Dolar dan Imbal Hasil Treasury AS Naik, Emas Makin Tak Menarik
Poin Penting
|
LONDON, Investortrust.id - Harga emas merosot lebih 1% pada Selasa (8/7/2025) tertekan optimisme atas kesepakatan perdagangan antara AS dan mitra dagangnya. Sementara penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury menambah tekanan lebih lanjut.
Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi US$ 3.307,16 per ons pada pukul 13.49 EDT (17.49 GMT) atau Rabu (9/7/2025) 01.49 WIB setelah mencapai level terendah lebih 1 minggu di awal sesi. Sementara harga emas berjangka AS ditutup 0,8% lebih rendah di US$ 3.316,9.
Imbal hasil obligasi AS acuan 10 tahun mencapai titik tertinggi dalam 2 minggu, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik, sementara dolar (DXY) menguat 0,1%.
Baca Juga
Harga Emas Antam Terkoreksi Imbas The Fed Tak Buru-buru Pangkas Suku Bunga
Negara-negara ekonomi kuat di Asia, Jepang dan Korea Selatan pada Selasa mengatakan bahwa mereka akan bernegosiasi dengan AS untuk melunakkan dampak tarif lebih tinggi yang akan diberlakukan Presiden Donald Trump mulai 1 Agustus.
Trump kembali menghidupkan perang dagang pada Senin (7/7/2025) dengan memperingatkan 14 negara akan menghadapi tarif tinggi. Namun, dengan diundurnya hingga 1 Agustus, negara-negara fokus pada periode 3 minggu baru ini untuk menekan agar perang dagang berjalan lebih mudah.
“Fokusnya ada pada perdagangan karena batas waktu 9 Juli semakin dekat, di tengah pemerintahan Trump meningkatkan tekanan. Namun, beberapa optimisme terkait kesepakatan perdagangan memicu risiko, sehingga emas tetap rendah,” kata Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant dilansir CNBC.
Sementara itu, pasar sedang menunggu risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve AS (The Fed) yang akan dirilis pada Rabu. Beberapa pejabat Fed akan berbicara minggu ini untuk mendapatkan wawasan tentang ekonomi dan kebijakan bank sentral.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok, Data Payroll AS Surutkan Harapan Pemangkasan Bunga Fed
“Ancaman inflasi akibat tarif kemungkinan akan membujuk The Fed menunda pemotongan suku bunga hingga tahun depan dan ini akan menekan harga emas,” kata ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain.
Harga perak turun 0,3% menjadi US$ 36,64 per ons, platinum turun 0,8% menjadi US$ 1.359,90, sedangkan paladium tetap datar di US$ 1.111,36.

