Resmi Melantai di BEI, Saham CDIA Langsung ARA Diserbu Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten infrastruktur kebutuhan industri milik taipan Prajogo Pangestu resmi menjadi perusahaan tercatat yang sahamnya diperdagangkan di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu, (9/7/2025).
Di awal pembukaan perdagangan, saham CDIA langsung melonjak tembus auto rejection atas (ARA) atau naik 66 poin (34,74%) ke posisi Rp 256 per saham.
Tak hanya itu, tingkat kepercayaan investor terhadap CDI Group tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor pada masa penawaran. Antusiasme ini terlihat selama seluruh proses penawaran, mulai masa penawaran awal (bookbuilding) pada 19-24 Juni 2025 hingga masa penawaran umum pada 2-7 Juli 2025.
Baca Juga
Hari Ini, Chandra Daya (CDIA) Gelar Listing Perdana Saham, Bagaimana Kinerja dan Operasioanalnya?
Melalui aksi korporasi IPO ini, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 2,37 triliun melalui penerbitan 12.482.937.500 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 190 per saham.
Presiden Direktur CDIA Fransiskus Ruly Aryawan menyampaikan pencatatan saham perdana hari ini menjadi momen penting bagi CDI Group dalam membangun fondasi kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Ia juga mengapresiasi atas kepercayaan investor yang mendukung kesuksesan proses aksi korporasi ini.
“Dalam proses IPO ini tercemin dari tingginya minat pasar dengan kelebihan permintaan atau oversubscribe sebanyak 563,64 kali yang melibatkan partisipasi dari 400.126 investor, sepertinya oversubscribe CDIA merupakan yang tertinggi di BEI sampai saat ini, ” kata Ruly dalam sambutannya di gedung BEI, Jakarta, Rabu, (9/7/2025).
Melalui dana yang dihimpun dari IPO, CDIA akan memperkuat kapabilitas anak usaha, mempercepat proyek strategis, dan memberikan layanan infrastruktur yang berdampak positif bagi pertumbuhan industri.
“Kami berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan yang mendorong solusi infrastruktur yang relevan bagi kebutuhan industri di masa depan, serta menciptakan nilai tambah nyata bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas,” tambah Ruly.
CDIA memiliki portofolio terdiversifikasi di sektor energi, air, kepelabuhan dan penyimpanan, serta logistik. Dana yang dihimpun melalui IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat kapabilitas inti perseroan, khususnya di sektor logistik serta kepelabuhanan dan penyimpanan.
Sekitar Rp 871,76 miliar dana IPO untuk mendukung ekspansi di sektor logistik, melalui penyertaan modal kepada entitas anak usaha yang selanjutnya digunakan untuk pembelian kapal serta pembiayaan operasional.
Baca Juga
Menyorot IPO CDIA: Kombinasi Pertumbuhan, Dividen, dan Strategi Investasi Jangka Panjang
Sementara itu, sekitar Rp 1,48 triliun dana IPO, untuk pengembangan sektor kepelabuhanan dan penyimpanan. Investasi ini mencakup pembangunan fasilitas tangki penyimpanan, jaringan pipa ethylene, serta sarana pendukung lainnya di kawasan industri strategis.
Dengan resmi melantai di BEI, CDI Group memperkuat posisi sebagai solusi infrastruktur dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang di tingkat nasional dan regional.

