Menyorot IPO CDIA: Kombinasi Pertumbuhan, Dividen, dan Strategi Investasi Jangka Panjang
JAKARTA, investortrust.id - Anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bersiap menjajaki babak baru sebagai emiten publik. Perusahaan dijadwalkan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2025 mendatang.
Dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham ini CDIA melepas sebanyak-banyaknya 12,48 miliar saham atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Penawaran saham perdana ini ditargetkan meraup dana hingga Rp 2,37 triliun, dengan kisaran harga penawaran Rp 170–190 per saham.
Menurut analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana, IPO CDIA ini menarik perhatian karena bukan hanya didukung oleh fundamental yang solid, tetapi juga oleh strategi ekspansi agresif dan diversifikasi portofolio yang menjanjikan.
Di balik nama besarnya sebagai investor infrastruktur di sektor energi, air, logistik, dan pelabuhan, CDIA diam-diam juga telah mengakuisisi 4,99% saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) senilai US$ 9,64 juta. Mayoritas saham RATU dimiliki oleh PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), perusahaan migas yang dikendalikan oleh Happy Hapsoro, suami Ketua DPR RI, Puan Maharani.
“Langkah ini menegaskan posisi CDIA sebagai pemain strategis dalam sektor energi nasional,” kata Hendra kepada investortrust.id Jumat, (20/6/2025).
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Ungkap 4 Pilar Bisnis jelang IPO Saham, Simak Keunggulan Bisnis Setiap Pilar
Secara kinerja, Hendra memaparkan, CDIA mencatat lonjakan pendapatan 2024 sebesar 35% secara tahunan menjadi US$ 102,25 juta, dengan mayoritas berasal dari jasa kelistrikan, bahan bakar, sewa kapal, serta penyewaan tangki dan dermaga.
“Laba bersihnya meroket tajam menjadi US$ 32,69 juta, atau tumbuh 1.633% dibanding tahun sebelumnya. Penghasilan komprehensif mencapai US$ 32,51 juta di 2024 dan US$ 30,71 juta hanya dalam tiga bulan pertama 2025,” jelas dia.
Dalam hal struktur modal, Hendra menyebut perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian, dengan rasio utang terhadap aset (DAR) di angka konservatif 0,31 kali dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 0,44 kali mencerminkan kemampuan keuangan yang kuat untuk mendanai ekspansi tanpa tekanan likuiditas berlebihan.
Dari perolehan dana IPO, Rp 871,75 miliar dialokasikan untuk memperkuat bisnis logistik lewat anak usaha PT Chandra Shipping International dan PT Marina Indah Maritim. Sedangkan Rp 1,5 triliun disalurkan untuk pengembangan pelabuhan dan fasilitas penyimpanan milik PT Chandra Samudera Port dan PT Chandra Cilegon Port, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan etilena dan jaringan pipa.
Di sisi portofolio investasi, CDIA juga memegang saham di Nippon Shokubai Co., Ltd. senilai US$ 6,21 juta dan Keppel Infrastructure Trust senilai US$ 9,12 juta.
“Adapun kepemilikan di Bayfront Infrastructure Management sebesar 24,9% telah dilepas sepenuhnya, menunjukkan strategi rotasi portofolio yang aktif dan adaptif terhadap dinamika pasar,” ungkap Hendra.
Menariknya, lanjut Hendra, CDIA juga menjanjikan kebijakan dividen yang atraktif, yaitu membagikan hingga 40% dari laba bersih, dengan dividen tunai senilai US$ 20 juta sudah dibayarkan dari laba 2024. Price to earnings ratio (PER) CDIA tercatat 43x–48x, jauh di bawah rerata industri 99x, dan price-to-book value (PBV) 1,5x–1,6x (dibandingkan dengan 14,5x industri).
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Gelar IPO Saham hingga Rp 2,37 Triliun, Simak Tujuan Dana dan Jadwal Ini
“Dengan ini, CDIA menawarkan kombinasi langka antara pertumbuhan tinggi, valuasi wajar, dan tata kelola yang pruden,” imbuhnya.
Meski demikian, Hendra mengimbau agar investor tetap perlu mencermati potensi risiko seperti perubahan regulasi, fluktuasi harga komoditas, keterlambatan proyek, dan tantangan lingkungan yang dapat memengaruhi sektor infrastruktur energi dan logistik tempat CDIA beroperasi.
“Namun secara keseluruhan, CDIA tampil sebagai emiten baru dengan prospek menjanjikan dan potensi menjadi pemain utama di sektor infrastruktur strategis Indonesia,” pungkasnya.

