PNBP Kemenkomdigi 2025 Ditargetkan Tumbuh Dua Digit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2025 mencapai Rp 25,25 triliun, meningkat 11,72% dibandingkan outlook 2024 sebesar Rp 22,6 triliun. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap kontribusi sektor digital dalam menyokong penerimaan negara.
"Proyeksi kenaikan ini mempertimbangkan potensi sektor digital, termasuk spektrum frekuensi, layanan pos dan informatika, serta optimalisasi pendapatan dari entitas BLU seperti BAKTI," kata Sekretaris Jenderal Kemenkomdigi, Ismail dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Ismail menilai sektor komunikasi dan digital akan menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional ke depan, terutama melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan layanan digital di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga
Kemenkomdigi Pastikan Internet Tersambung di Semua Titik Sekolah Rakyat
Dari total target PNBP tersebut, sebesar Rp 9,19 triliun diperkirakan berasal dari optimalisasi PNBP reguler dan Rp 16,06 triliun dari pendapatan BLU BAKTI. Angka tersebut naik signifikan dari realisasi 2024 yang mencapai Rp 6,7 triliun untuk PNBP reguler dan Rp 15,9 triliun dari BLU.
Kemenkomdigi juga menyampaikan bahwa capaian PNBP 2024 terus mengalami perbaikan, dan per 7 Juli 2025 realisasinya sudah melampaui Rp 7,8 triliun atau lebih tinggi dari proyeksi awal.
Sektor frekuensi radio disebut tetap menjadi penyumbang terbesar PNBP, seiring dengan langkah Kemenkomdigi yang akan melelang spektrum baru seperti pita 1,4 GHz untuk layanan internet tetap (fixed broadband) dalam waktu dekat.
Baca Juga
Kemenkomdigi Siap Kawal Digitalisasi Bansos Lewat Sistem Penghubung Antarpemerintah (SPLP)
Pemerintah juga mengandalkan penerimaan dari pemanfaatan aset digital nasional, termasuk pengelolaan Palapa Ring, Satelit Satria, dan pusat data nasional (PDN) yang mulai operasional bertahap sejak akhir 2024.
Dalam tersebut, Kemenkomdigi juga melaporkan bahwa total anggaran 2025 telah mengalami relaksasi menjadi Rp 8,73 triliun setelah pembukaan saldo kas BLU BAKTI dan revisi blokir anggaran oleh Kemenkeu.
Sejalan dengan target PNBP yang meningkat, Kemenkomdigi menegaskan komitmennya untuk memastikan tata kelola pendapatan dan belanja lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil.

