Ekspor Batu Bara Indonesia ke China Anjlok, Ini 3 Penyebab Utamanya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) menyoroti penurunan ekspor batu bara Indonesia pada 2025, terutama terjadi ke China yang selama ini menjadi pengimpor terbesar batu bara RI.
Ketua IMEF Singgih Widagdo mengungkapkan, penurunan ekspor ke China disebabkan tiga hal. Pertama, kontraksi industri manufaktur China. Tercatat purchasing manufactures index Mei turun menjadi 49.4 (kontraksi) dibandingkan bulan sebelumnya di 50.4.
Baca Juga
Stok Batu Bara di Pembangkit Listrik India Cetak Rekor 61,3 Juta Ton dan Cukup untuk 25 Hari
“Akibatnya, terjadi penurunan penggunaan batu bara di industri. Bahkan dengan penurunan penggunaan batu bara, stok di sebagian pelabuhan cukup tinggi,” ujar Singgih Widagdo dalam keterangan yang diterima Investortrust, Jumat (4/7/2025).
Kedua, penurunan ekspor Indonesia karena produksi batu bara China terus menguat. Kondisi serupa juga terjadi di India, sehingga ekspor batu bara RI ke kedua negara tersebut mengalami penurunan. “Rata-rata produksi China sudah mencapai 400 juta (ton) per bulan dan India sebesar 90-100 juta (ton) per bulan,” papar Singgih.
Ketiga, dengan memperhitungan keekonomian harga batu bara, China lebih bergeser menggunakan batu bara kualitas medium dan tinggi. Maka dari itu, ekspor dari Indonesia yang lebih banyak memproduksi batu bara kualitas rendah menurun.
Baca Juga
BUMA Mulai Produksi Batu Bara di Tambang Anak Usaha SINI, Nilai Kontrak Rp12 Triliun
“Ini terbukti dengan naiknya impor batu bara China dari Rusia dan Australia masing-masing sebesar 62% dan 6%. Sebaliknya, (ekspor dari) Indonesia turun sebesar 12%,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor batu bara nasional tercatat US$ 10,26 miliar pada Januari-Mei 2025, atau turun 19,1% (year on year/yoy) dibandingkan nilai ekspor Januari-Mei 2024 sebesar US$ 12,68 miliar.
Bukan hanya itu, volume ekspor batu bara nasional Januari-Mei 2025 juga turun 4,65% (YoY) menjadi 156,37 juta ton dibandingkan volume ekspor Januari-Mei 2024 sebesar 163,99 juta ton.

