Batu Bara Paling Banyak, KAI Angkut 33 Juta Ton Barang pada Semester I
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan volume angkutan barang sebesar 33.315.792 ton selama semester I 2025. Jumlah tersebut meningkat 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 32.857.086 ton.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa pertumbuhan angkutan barang tersebut mencerminkan peningkatan kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api sebagai solusi logistik efisien dan andal. Ia menyebut, capaian tersebut mendukung kesiapan KAI dalam menyambut pemberlakuan penuh kebijakan zero over dimension over loading (ODOL) pada 2026.
“Kami terus memperkuat peran sebagai penyedia logistik publik yang dapat diandalkan, terutama untuk distribusi energi, pangan, dan kebutuhan ritel secara aman dan berkelanjutan,” kata Anne dalam keterangan resmi, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga
Ditopang Diskon 30%, 1,3 Juta Tiket Kereta Terjual pada Liburan Sekolah
Dari total volume angkutan, lanjutnya, komoditas batu bara mendominasi dengan 27.624.772 ton atau 82,92% dari keseluruhan angkutan barang. “Angka ini menunjukkan kenaikan 5% dibandingkan tahun lalu sebesar 26.211.970 ton,” tambah Anne.
Selain batu bara, pertumbuhan terjadi pada komoditas retail dan pupuk. Menurut Anne, volume angkutan ritel, seperti barang hantaran paket (BHP) dan paket naik 16% menjadi 118.077 ton dari sebelumnya 101.617 ton. Angkutan pupuk juga meningkat 21% dari 10.890 ton menjadi 13.230 ton, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi ke sentra-sentra pertanian.
“Secara khusus, pertumbuhan ini didorong kebutuhan distribusi pupuk ke berbagai sentra pertanian, seiring meningkatnya permintaan akibat musim tanam dan program-program ketahanan pangan nasional,” jelas Anne.
Dalam rencana jangka panjang, kata Anne, KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada 2029. Target tersebut mencakup angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton dan komoditas non-batu bara sebesar 10,9 juta ton. Pertumbuhan ini akan didukung pembangunan Terminal Tarahan II dan ekspansi fasilitas logistik di Kertapati.
Baca Juga
KAI dan Inka Gelontorkan Rp 14,87 Triliun untuk Modernisasi Kereta Indonesia
“Salah satunya pembangunan Terminal Tarahan II di Sumatera bagian Selatan yang diproyeksikan menyerap 18 juta ton batu bara. Selain itu, ekspansi fasilitas di Kertapati diprediksi menyumbang tambahan volume sebesar 7 juta ton,” ungkap Anne.
Wilayah Sumatera Selatan diproyeksikan menjadi kontributor utama dengan tambahan volume sebesar 27,8 juta ton, dan menjadi salah satu simpul strategis pengembangan jaringan logistik KAI ke depan.
“Proyeksi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus berinvestasi dan tumbuh bersama industri logistik nasional. Kereta api bukan hanya sarana angkutte, tapi penggerak kemajuan,” pungkas Anne.

