Perkuat Komitmen Kota Hijau dan Inklusif, OIKN Teken Dua Proyek Baru
IKN, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melanjutkan tahap kedua pembangunan ibu kota negara melalui penandatanganan dua proyek strategis, yakni penataan Kawasan Sepaku serta penataan Kawasan Olahraga dan Ruang Terbuka Hijau yang seluruhnya didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dengan total nilai Rp 313,2 miliar.
Proyek Penataan Kawasan Sepaku senilai Rp 124,3 miliar, meliputi pembangunan dua bangunan dan Kawasan Pasar Sepaku, penataan koridor sepanjang 1,5 kilometer di WP IKN Barat, serta pembangunan 10 pos pengamanan yang tersebar di wilayah delineasi IKN.
Adapun Penataan Kawasan Olahraga dan Ruang Terbuka Hijau bernilai Rp 188,9 miliar, mencakup pembangunan nursery anggrek (orchid garden), rehabilitasi area glamping di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, pembangunan infrastruktur PSSI, dan pusat riset Wanagama di KIPP 1B.
Baca Juga
Hutama Karya Teken Kontrak Senilai Rp 603,8 Miliar untuk Pembangunan Jalan di IKN
“Kedua paket pekerjaan penataan kawasan strategis ini akan dilaksanakan selama 189 hari kalender,terhitung mulai 26 Juni hingga 31 Desember 2025,” kata Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H Sumadilaga dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (27/6/2025).
Ia juga menyampaikan, penandatanganan kedua proyek tersebut merupakan kelanjutan dari proyek jalan dan supervisi yang telah diteken sebelumnya. “Seluruh pembangunan ini akan terus berlanjut hingga pengembangan kawasan yudikatif, legislatif, penyelesaian jalur distribusi air minum, dan jaringan jalan lainnya,” tambah Danis.
Dikatakan Danis, Penataan Kawasan Sepaku dikerjakan di area yang sudah hidup secara sosial dan ekonomi. Proses persiapan kontrak memakan waktu lebih dari 1 tahun karena harus menyesuaikan dengan kondisi aktivitas masyarakat yang sudah berjalan.
Danis menegaskan pentingnya menjaga harmonisasi pembangunan dengan kehidupan warga. Pasar Sepaku. “Saya titip betul agar kualitas dan proses pengerjaan tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Pasar harus tetap berfungsi. Aktivitas ekonomi harus tetap berjalan. Harmonisasi ini sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengatakan, selama pembangunan berlangsung, pedagang Pasar Sepaku akan direlokasi sementara ke lahan milik pemerintah provinsi.
“Kita kan mau bangun pasar di atas tanah desa, enggak mungkin membangun pasar sementara pedagang masih ada di situ. Oleh karena itu, mereka akan direlokasi sementara. Di mana? Di tanah asetnya provinsi. Saat ini kami sedang berkomunikasi untuk pinjam sementara. Sampai kapan? Sampai akhir tahun. Setelah masa konstruksi selesai, para pedagang akan kembali menempati pasar itu,” terangnya.
Baca Juga
'Warning' Truk ODOL di Proyek IKN, Pak Bas: Kalau Brutal, Saya Tutup
Lebih lanjut, Danis mengatakan, kawasan glamping di IKN juga akan dikembangkan lebih modern dan bermanfaat bagi masyarakat IKN ke depan.
“Kawasan glamping akan kita tingkatkan menjadi ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk edukasi, rekreasi, dan riset. Di kawasan ini terdapat hutan tropis yang memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat pembelajaran dan penelitian kehutanan,” jelasnya.

