Tekan Truk ODOL, Kemenhub Buka Opsi Angkutan Logistik Berbasis Rel
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka potensi pembangunan rel kereta api sebagai alternatif angkutan logistik untuk menekan pengoperasian truk over dimension over load (ODOL) yang merusak jalan dengan kerugian Rp 43 triliun per tahun.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan, sistem angkutan logistik berbasis rel ini sudah dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) untuk mengangkut komoditas batu bara dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Baca Juga
'Warning' Truk ODOL di Proyek IKN, Pak Bas: Kalau Brutal, Saya Tutup
“Sebenarnya kalau kereta, di beberapa titik, seperti di Sumatera kita pakai untuk angkutan barang. Namun, di Jawa karena keterbatasan jumlah lintasan, jadi memang para pelaku usaha belum maksimal menggunakan rel (kereta) sebagai alternatif untuk angkutan logistik,” ungkap dia dalam media gathering di salah satu restoran Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub Allan Tandiono menyatakan bahwa rencana pembangunan rel kereta api dapat mengurangi kebocoran APBN untuk preservasi jalan yang rusak akibat beroperasinya truk bermuatan lebih.
“Tentunya itu bisa jadi strategi, bahwa kita membangun jalur kereta api dari kawasan perindustrian menuju pelabuhan. Itu dapat mengurangi beban logistik di jalan,” ucap dia.
Menurut Allan, rencana ini perlu dimatangkan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub, investor atau private sector, operator pelabuhan, hingga operator kereta api.
Baca Juga
Tertibkan Truk ODOL, Pemerintah Pasang 11 Jembatan Timbang Elektronik di Tol
Allan menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengajukan proposal proyek jalur logistik berbasis rel menuju Pelabuhan Patimban, Subang. “Terutama di (Pelabuhan) Patimban, kami akan melakukan studi kelayakan, yang mana nanti kita akan lihat kelayakan finansial dan manfaatnya,” pungkas dia.
DJKA Kemenhub telah memamerkan salah satu proyek perkeretaapian dalam ajang International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 dengan nilai capital expenditure (capex) US$ 771 juta atau setara Rp 12,48 triliun (asumsi kurs Rp 16.199 per dolar AS), yakni pembangunan akses rel kereta api Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.
Berdasarkan proposal ICI 2025, proyek rel KA ini memiliki panjang kurang lebih 40 km dengan jarak tempuh tidak kurang 35 menit dari Pringkasap ke Patimban. Adapun, nilai internal rate of return (IRR) proyek ini mencapai 13,6%, dan net present value (NPV) sebesar US$ 61,9 juta.

