Empat Bulan Berjalan, Danantara Fokus Ubah Mental SDM Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Dalam waktu empat bulan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah berkembang dari tiga orang menjadi 160 staf, dan kini mengelola 889 entitas BUMN. Namun, menurut Chief Investment Officer (CIO), Pandu Patria Sjahrir, fokus Danantara adalah membangun perusahaan kelas dunia dan mengubah mentalitas SDM Indonesia agar siap bersaing secara global.
“Indonesia sangat kaya sumber daya. Tapi tantangan kita adalah bagaimana mentransformasikan itu jadi nilai ekonomi lewat human capital,” ujar Pandu dalam forum diskusi Asia Economic Summit (AES) di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Danantara, lanjut Pandu, kini bertindak sebagai 'bank talenta' nasional. Dengan struktur hukum baru, institusi ini diperbolehkan merekrut tenaga ahli dari dalam dan luar negeri.
“Kita punya dua digit jumlah tenaga asing yang sekarang bekerja di Danantara. Ini soal transfer pengetahuan, bukan dominasi asing,” jelasnya.
Baca Juga
KUR Perumahan Jadi Skema Investasi Danantara pada Program 3 Juta Rumah
Dengan model mirip Qatar Investment Authority atau Khazanah Malaysia, Danantara pun mendapat hak reinvestasi dividen secara komersial, bukan lagi kembali ke kas negara. Ia juga menekankan pentingnya membentuk pola pikir generasi muda agar berani bersaing di pasar global.
“Kita nggak bisa terus jadi 'jago kandang'. Kita harus punya mindset global,” tegasnya.
Pandu mencontohkan, dalam sektor migas, ia menantang BUMN seperti Pertamina untuk ekspansi global membeli ladang minyak dan membangun kilang di luar negeri. Lewat strategi ini, Danantara diklaim tak hanya memoles kinerja keuangan perusahaan negara, tapi juga membangun fondasi daya saing nasional berbasis talenta.
"Kalau kita sukses, maka indikatornya bukan cuma laba, tapi naiknya produktivitas nasional. Itu ukuran utamanya," tutup Pandu.
Baca Juga
Danantara Suntik Investasi ke PGE untuk Pacu Target 3 GW Energi Panas Bumi

