Kemenkes: Alat Kesehatan di RI Baru 20% Diproduksi Dalam Negeri
CIKARANG, investortrust.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri dan memiliki izin edar hingga kini hanya 20% atau sekitar 16.000 dari total 56.000 alat kesehatan yang beredar di Indonesia.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia menyebutkan, produsen dan distributor alkes dalam negeri masih minim, yakni hanya berjumlah 800 pabrikan dan 5.600 distributor.
"Hanya 20% alat-alat kesehatan yang memiliki izin edar yang diproduksi di dalam negeri," ucap Lucia saat ditemui di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga
Meski produksi alat kesehatan di dalam negeri masih minim, menurut Lucia, serapan alat kesehatan sudah mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
"Dari 2019 sampai 2024, pengadaan melalui LKPP untuk AKD (alat kesehatan dalam negeri) itu dari 19% meningkat menjadi 48% karena kami selalu diabsen LKPP terkait dengan penyerapan alat kesehatan produksi dalam negeri,” ujar dia.
Berdasarkan data-data tersebut, kata Lucia Rizka, Kemenkes mendorong agar Indonesia dapat segera mencapai ketahanan di bidang farmasi dan alat kesehatan. Sebagaimana yang dilakukan PT PHC Indonesia dan Drager yang telah memproduksi ventilator pertama di dalam negeri yang bernama Savina 300 ID.
Baca Juga
Industri Alat Kesehatan RI-Turki Jalin Kerja Sama Senilai US$ 10,5 Juta
Kemenkes menyambut baik bahwa kedua perusahaan itu mampu memproduksi alat bantu pernapasan berteknologi canggih di Indonesia. Alhasil, pembangunan rumah sakit di Tanah Air juga dapat dilengkapi alat-alat kesehatan berkualitas baik.
"Dengan demikian, pemenuhan alat-alat kesehatan ini masih menjadi program dan target kami agar seluruh rumah sakit di Indonesia dilengkapi alat-alat kesehatan yang baik yang bermutu,” papar Lucia.

