Kadin: IEU-CEPA Buka Peluang Bagi Sektor Pekerja Migran
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkap adanya Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) membuka peluang bagi pertumbuhan sektor-sektor strategis, termasuk penempatan pekerja migran.
Menurut Anindya, Kadin telah siap untuk menyambut terealisasinya IEU-CEPA. Bahkan ia menyebut pihaknya telah siap sejak jauh hari. Sebagai bentuk komitmen menyambut peluang dari IEU-CEPA, ia mengatakan Kadin akan segera bertemu dengan berbagai pihak, seperti stakeholders asal Belanda dan Prancis.
"Kita merasa bahwa ini merupakan pembuka pasar buat dagang dan investasi yang bagus, termasuk juga buat tenaga kerja migran," katanya kepada awak media usai melepas 112 pekerja migran bersama Menteri Pelindungan dan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Menara Kadin, Jakarta, Minggu (15/6/2025).
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani mengungkap, dalam rangka membuka pasar baru yang berkualitas dan aman bagi pekerja migran, Kadin bakal menjalin lebih banyak kerja sama internasional dengan kamar dagang, asosiasi pengusaha dan otoritas ketenagakerjaan dari berbagai negara.
Shinta menjelaskan saat ini apabila menjalankan misi diplomasi internasional, Kadin tidak hanya berbicara mengenai perjanjian perdagangan dan investasi. Melainkan turut berbicara soal peluang penempatan pekerja migran asal Indonesia.
Ia mengatakan Kadin menyambut positif proses penyelesaian perjanjian yang dilakukan oleh pemerintah, seperti IEU-CEPA dan Australia-CEPA.
Baca Juga
Menteri P2MI Ingin Hilangkan Pekera Migran Ilegal, Pakai Cara Ini
"Ini semua bagian dimana kita bisa mendapatkan peluang yang lebih besar untuk masuk ke dalam akses pasar mereka, bukan cuma goods. Justru untuk jasa dan termasuk pekerja migran, tidak hanya akses pasar tapi juga kita bisa mendapatkan peningkatan kapasitas dengan technical training exchange," ungkapnya.
Kemudian Shinta menambahkan, Kadin memiliki kemampuan untuk membantu basis data tenaga kerja yang terintegrasi dengan dunia usaha agar kebutuhan dan potensi tenaga kerja dapat tersambung lebih cepat serta tepat sasaran.
Hal tersebut, katanya, dapat menjadi bahan untuk dilakukan business matching terhadap calon mitra internasional.
"Kita biasanya di Kadin business matching, business matching-nya itu kebanyakan yang mau dagang mau investasi. Sekarang kita bisnis matching negara mana yang butuh pekerja migran Indonesia," tuturnya.
Sebelumnya Pemerintah berharap IEU-CEPA dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kawasan Uni Eropa. Berdasarkan kajian yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 2016, IEU-CEPA disebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,04%.
“Kalau kita lihat, dengan adanya CEPA akan meningkatkan pertumbuhan (ekonomi) bagi Indonesia kurang lebih 0,04%” kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Sementara itu bagi Uni Eropa, perjanjian dagang ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 0,0013%.

