Saatnya 'Go Digital', Ekonomi Syariah Wajib Melek AI dan 'Blockchain'
JAKARTA, investortrust.id - Peneliti Center for Sharia Economic Development Institute for Development of Economic and Finance (CSED Indef) Handi Risza mendorong ekonomi dan keuangan syariah Indonesia untuk melakukan pendekatan dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan blockchain.
Handi menyebut, ekonomi dan keuangan syariah perlu mengadopsi teknologi tersebut untuk akselerasi digitalisasi dan open Islamic finance.
"Seperti kita ketahui dengan perkembangan yang ada seperti saat ini, perkembangan open banking syariah, smart context syariah, serta integrasi dengan artificial intelligence dan blockchain, ini juga menjadi satu hal yang sangat penting," kata ekonom CSED Indef itu secara virtual, Rabu (14/5/2025).
Baca Juga
Handi menjelaskan, langkah ini sangat penting untuk perkembangan digital, tetapi tetap berbasis prinsip maqashid al-shariah. "Jangan sampai nanti perkembangan digital ini jauh dari prinsip-prinsip maqashid al-shariah. Ini juga akan kita bangun ke depannya," tambah dia.
Lebih lanjut, Handi mengungkapkan, diperlukan integrasi sistemik dan regulatoris dengan membentuk Kementerian Ekonomi Syariah atau minimal unit kerja presiden. Dengan begitu, dapat mengawasi ekonomi syariah lintas sektor.
Baca Juga
Wakil Rektor Universitas Paramadina itu mendesak pemerintah mengintegrasikan sistem sertifikasi halal, pembiayaan syariah, dan distribusi berbasis supply chain digital halal. Langkah ini didukung revitalisasi kurikulum ekonomi syariah dan peningkatan dana riset dari APBN dan industri untuk menciptakan policy-based evidence.
"Nah, ini nantinya akan bisa kita kembangkan di dunia pendidikan kita, sehingga benar-benar berkembang dengan baik. Oleh sebab itu lembaga-lembaga pendukung ini juga perlu mendapatkan peran dan perhatian penting bagi kita," tandasnya. (C-13)

