BMW Segera Integrasikan DeepSeek untuk Genjot Penjualan di China
SHANGHAI, investortrust.id - Raksasa otomotif Jerman, BMW mengumumkan rencana ambisius mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perusahaan China, DeepSeek. Adopsi teknologi tersebut akan mulai beroperasi akhir tahun ini untuk menggaet pasar Negeri Tirai Bambu.
Rencana ini disampaikan CEO BMW Oliver Zipse dalam acara "Shanghai Auto Show", Rabu (23/4/2025). Ia menyebut bahwa BMW tengah memperkuat kemitraan strategis di bidang AI sebagai bagian adaptasi kebutuhan pasar kendaraan pintar di China.
Baca Juga
Laba BMW Anjlok 37% karena Perang Dagang dan Pelemahan Pasar China
"Inovasi AI utamanya terjadi di sini. BMW memperkuat kemitraan AI untuk integrasi kendaraan kami di China. Mulai akhir tahun ini, kami akan mengintegrasikan AI dari DeepSeek ke dalam kendaraan baru BMW di China," katanya dikutip dari Reuters.
Langkah ini menandai komitmen serius BMW terhadap pasar otomotif China yang berkembang cepat dalam adopsi teknologi mobil pintar dan kendaraan listrik (electrical vehicle/EV). China saat ini merupakan pasar otomotif terbesar di dunia yang menyumbang lebih 33% total penjualan global BMW, sekitar 825.000 unit terjual pada 2023.
Namun, secara keseluruhan, laba BMW pada 2024 justru turun 37%. Dalam laporan keuangan bulan lalu, BMW mengakui salah satu penyebab lesunya penjualan akibat kalahnya persaingan di pasar China.
BMW masih belum memerinci fitur AI yang akan digunakan pada mobil mereka. Namun, integrasi ini datang di tengah persaingan ketat dengan produsen EV lokal, seperti BYD, Nio, dan Xpeng yang sudah lebih dahulu memamerkan teknologi self-driving mereka.
DeepSeek menjadi sorotan sejak meluncurkan model R1 awal tahun ini. Model ini mampu bersaing dengan teknologi besar, seperti ChatGPT menunjukkan bahwa China tetap kompetitif meski terkendala akses terhadap cip AI tercanggih dari AS.
Baca Juga
Menurut AI Benchmark Institute, DeepSeek R1 menunjukkan kinerja pemrosesan bahasa alami (NLP) yang mendekati kemampuan model-model AI, seperti ChatGPT. Hal inilah yang menjadikannya mitra strategis menjanjikan bagi industri otomotif internasional.
Di sisi lain, Pemerintah China memberlakukan regulasi ketat soal keamanan data dan privasi sehingga perusahaan asing diwajibkan bermitra dengan entitas lokal. Langkah BMW mengikuti jejak Apple yang sebelumnya menggandeng Alibaba untuk peluncuran fitur AI di perangkatnya. (C-13)

