Red Hat: Tantangan Besar Intai Pengembangan Talenta Digital di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Red Hat menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan talenta digital di Asia Pasifik. Namun, tantangan besar masih mengintai, terutama dalam hal kesadaran dan edukasi.
Country Manager Red Hat Indonesia, Vony Tjiu menekankan pentingnya kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan talenta digital di Tanah Air. Salah satu yang mereka lakukan adalah melalui Red Hat Academy.
Baca Juga
Red Hat Dorong Akselerasi AI dan Talenta Digital lewat Teknologi Open Source
“Kalau bicara tantangan, salah satunya adalah awareness. Red Hat Academy memang sudah dimulai sejak 2017, tapi benar-benar fokus dan berkembang dalam tiga tahun terakhir,” ujar Vony kepada investortrust.id, Rabu (17/4/2025).
Berdasarkan data Red Hat, Indonesia saat ini berada di jajaran teratas pengguna Red Hat Academy di Asia Pasifik, bersanding dengan India dan China. Bahkan, di kawasan ASEAN, Indonesia sudah melampaui negara-negara seperti Singapura dalam jumlah partisipasi.
Meski begitu, Vony mengakui, Indonesia masih memiliki masalah berupa rendahnya kesadaran dan pemahaman terhadap teknologi terbuka (open source). Padahal, adopsi teknologi ini sudah meningkat pesat sejak pandemi Covid-19, yang mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
“Potensinya besar sekali, tapi tetap, awareness dan edukasi menjadi tantangan utama,” kata dia.
Red Hat, menurut Vony Tjiu, terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan dan industri untuk mengembangkan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga
Menkomdigi Akui Indonesia Perlu Perkuat Infrastruktur dan Talenta Digital
Kendati enggan menyebut angka pasti, Vony menyebut pertumbuhan bisnis perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu mencapi dua digit di Indonesia.
"Selama tiga tahun terakhir, terus tumbuh setiap tahun. Angka pastinya saya tidak bisa sebut, namun ada lah dua digit," tandas dia. (C-13)

