Red Hat Dorong Akselerasi AI dan Talenta Digital lewat Teknologi Open Source
JAKARTA, investortrust.id – Red Hat Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan teknologi open source untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pengembangan talenta digital di Indonesia. Hal ini disampaikan Country Manager Red Hat Indonesia, Vony Tjiu, di Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Vony menyebutkan fokus Red Hat saat ini bukan hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga kontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia melalui kolaborasi dan komunitas open source.
"Hari ini kita tidak banyak membahas teknologi terbaru, tapi lebih kepada bagaimana Red Hat berkontribusi terhadap pertumbuhan Indonesia melalui komunitas open source,” ujarnya.
Baca Juga
Vony turut menyoroti perkembangan teknologi AI yang kini makin banyak diadopsi oleh berbagai organisasi di Indonesia. Ia mengungkapkan sejumlah pelanggan Red Hat saat ini mulai mempertimbangkan penggunaan private AI untuk menjaga keamanan data dan membangun model yang lebih spesifik sesuai kebutuhan.
Dengan memanfaatkan teknologi open source, ia menyebut organisasi kini tidak perlu membangun dari awal.
“Dengan open source AI, customer bisa mulai dari skala kecil, time to market lebih cepat, dan biaya bisa ditekan,” kata Vony.
Di sisi kompetensi, Vony menyoroti pentingnya penguatan keterampilan digital untuk mendukung operasional AI. Ia mengakui masih banyak organisasi yang belum memiliki tim data yang kuat. Untuk itu, Red Hat menyediakan pelatihan melalui program Red Hat Learning Subscription dan Red Hat Academy.
“Kami ingin memastikan teknologi yang digunakan benar-benar dioperasikan secara optimal, bukan sekadar dipakai,” katanya.
Red Hat Academy menjadi salah satu inisiatif kunci yang menyasar institusi pendidikan. Hingga tahun lalu, program ini telah menjangkau 200 institusi dan melatih lebih dari 7.500 siswa secara gratis.
Baca Juga
Wamenkomdigi Wanti-Wanti Bahaya AI untuk Buat Bukti Transfer Palsu
Red Hat juga membangun Red Hat Talent Network, sebuah platform database untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi. Platform ini memudahkan mitra bisnis dan pelanggan Red Hat dalam mencari talenta yang sesuai kebutuhan.
“Tujuan kami adalah menjembatani dunia pendidikan dengan industri, agar lulusan siap masuk ke dunia kerja dengan keterampilan yang relevan,” kata Vony. (C-13)

