Gawat, 1,2 Juta Pekerja Terancam PHK, Terbanyak Industri TPT
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda memprediksi 1,2 juta pekerja akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), imbas dari pengenaan tarif impor 32% dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Itu mencapai 1,2 juta tenaga kerja yang akan kehilangan pekerjaan," ucap Nailul Huda dalam diskusi yang digelar Forwin bertajuk 'Kuota Impor Dihapus, Ancaman atau Tantangan?' di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Ia menjelaskan, jumlah PHK yang berpotensi paling banyak menghantam pekerja yang berasal dari sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT), yakni diperkirakan akan mencapai 191.000 orang.
"Memang paling tinggi itu di industri TPT yang mencapai 191.000 (orang). Mungkin dalam beberapa hari ke depan kita akan laporkan," terangnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, Nailul Huda juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 ini diproyeksikan akan mencapai 4,1% hingga 4,3% imbas dari dampak penerapan tarif impor Trump ke Tanah Air.
Dampak yang secara langsung terasa terjadi pada industri manufaktur, karena adanya potensi penurunan permintaan akibat kenaikan harga dari penerapan tarif impor tersebut.
"Kemudian dampak tidak langsung adalah akibat bahan impor dan sebagainya yang menyebabkan kondisi dalam negeri kita melemah," papar Nailul.
Baca Juga
Soal Dampak Tarif Trump, Airlangga Hartarto: Tidak Ada Alasan Bagi Para Pengusaha Lakukan PHK

