Tanggapi Soal Tarif Resiprokal AS, Pemerintah Siapkan Strategi Hilirisasi
JAKARTA, Investortrust.id -- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadahlia merespons kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dengan strategi jangka panjang. Menurutnya hilirisasi industri menjadi kunci dalam merespons tekanan ekonomi global, termasuk kebijakan tarif yang diberlakukan AS terhadap produk Indonesia.
"Pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Bapak Presiden di atas 5 persen 6, 7 bahkan 8 sudah barang tentu harus kita rumuskan langkah-langkah strategis taktis dan komprehensif sebagai instrumen pergerak untuk penciptaan nilai pertumbuhan. Dan salah satu diantaranya adalah hilirisasi," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (16/4/2025).
Bahlil menyebut hilirisasi sejalan dengan program utama Presiden Prabowo. Untuk itu Partai Golkar sebagai bagian dari pemerintah dinilai memainkan peran untuk mengimplementasikan langkah strategis tersebut.
"Hilirisasi ini bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian karena begitu kami rumuskan selesai, industrinya dibangun selesai, kami serahkan kepada Pak Agus (Menteri Perindustrian Agus Gumiwang)," ujarnya.
Baca Juga
Perang Dagang Bergejolak, Bahlil Fokus Lifting Migas dan Hilirisasi
Bahlil menambahkan, hilirisasi memperkuat posisi tawar Indonesia di mata dunia. Jika ekspor bahan mentah terus dilakukan, maka Indonesia akan bergantung pada harga pasar global dan kebijakan negara lain.
Dengan mengembangkan industri pengolahan di dalam negeri, lanjut Bahlil, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah ke negara-negara besar dan membangun kekuatan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
"Kita mengharapkan agar implementasi daripada hilirisasi tahap awal kita akan lakukan di bulan Agustus tahun ini dan pak presiden sudah setuju ada 21 proyek dan kurang lebih sekitar investasinya hampir 50 miliar USD 47 sampai 50 miliar USD tahap pertama, dan ini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan competitiveness kita," tuturnya. (C-14)
Baca Juga
Respons Tarif Trump, Komisi XI DPR: Momentum Percepat Hilirisasi

