Rachmat Gobel Soroti Pentingnya Penguatan TKDN
OSAKA, investortrust.id - Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang Rachmat Gobel menegaskan bahwa kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sangat krusial bagi pembangunan industri nasional. Ia menyebut TKDN harus diperkuat.
Hal ini disampaikan oleh Gobel saat menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat menyebut bahwa TKDN kini tidak lagi menjadi fokus utama. Hal ini pun diartikan berbeda lantaran untuk mempermudah masuknya investasi.
“Saya kira mungkin kita mesti bisa menjabarkan apa yang dimaksud Pak Presiden. TKDN itu penting untuk mendorong industri dalam negeri kita,” tegas Gobel saat ditemui di Osaka Expo 2025, Osaka, Jepang, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri nasional, terutama karena pasar domestik yang luas dan anggaran belanja negara yang signifikan.
“Aset kita itu besar. Belanja pemerintah harusnya jadi pendorong untuk membangun industri, bukan sekadar mendatangkan produk jadi dari luar,” tegas Anggota DPR RI itu.
Gobel juga mengingatkan bahwa keberadaan TKDN telah mendorong tumbuhnya industri dalam negeri yang sebelumnya hanya mengandalkan impor.
"Ini sebetulnya TKDN adalah tujuan yang penting ya, dan TKDN dari waktu ke waktu harus dikembangkan, diperkuat," jelasnya.
Oleh sebab itu, Gobel berharap agar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) lebih aktif berkoordinasi demi memastikan arah kebijakan industri nasional tetap sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Kita punya mimpi besar. Di 100 tahun Republik Indonesia, kita ingin industri kita kuat. Bukan hanya sekadar membangun pabrik, tapi membangun industri yang melibatkan SDM, penguasaan teknologi, dan inovasi,” bebernya.
Pada akhir wawancara, Politisi Partai NasDem itu berencana memberikan masukan kepada pemerintah untuk kembali mengevaluasi betapa pentingnya TKDN sebagai bagian dari insentif kebijakan industri nasional.
“Tentu kita akan kasih masukan. TKDN tetap harus ada, karena itu salah satu bentuk insentif (kepada industri),” pungkasnya.
Paviliun Indonesia berbentuk perahu pinisi dan mengambil tema Thriving in Harmony, yang menampilkan Nature, Culture, dan Future. Saat memasuki lobi, pengunjung akan melihat berbagai topeng kayu yang dipajang di dinding. Setelah itu akan memasuki ruangan yang didesain seperti di hutan dengan tanaman asli Indonesia serta seni instalasi binatang langka di Indonesia karya seniman top Indonesia seperti Nyoman Nuarta, Nasirun, dan lalin-lain.
Lalu pengunjung akan memasuki ruang immersive yang menampilkan lanskap kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kemudian pengunjung akan memasuki koridor yang menampilkan foto wajah-wajah Indonesia dengan asesoris khas, salah satunya foto Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya memasuki ruang wastra, yang menampilkan kain tradisional Indonesia. Sedangkan tema masa depan Indonesia menampilkan denah lanskap Ibu Kota Nusantara. Akhirnya, ada ruang teater yang menampilkan sebuah film pendek karya Garin Nugroho. Selain itu juga dikenalkan aneka kuliner Indonesia. Selama enam bulan pameran ini, secara bergiliran Paviliun Indonesia akan memberi kesempatan kepada pemerintah daerah di Indonesia untuk menampilkan seni, budaya, dan produk unggulannya. Selain itu juga ada forum bisnis yang menjadi forum perdagangan dan investasi. Berbeda dengan pameran sebelumnya yang dipimpin kementerian perdagangan, maka kali ini yang memimpin adalah Bappenas.
Baca Juga
Sebagai ketua PPIJ, Rachmat Gobel mengajak pimpinan media massa di Indonesia untuk berkunjung ke pameran ini. Selain mengunjungi Paviliun Indonesia, ia juga mengajak melihat Paviliun Panasonic dan Paviliun Sumitomo. Paviliun Panasonic yang mewah sepenuhnya menggunakan bahan daur ulang barang-barang elektronik. Hal ini untuk menunjukkan bahwa produk daur ulang juga memiliki kualitas yang prima. Sedangkan yang dipamerkan adalah tentang visi teknologi masa depan yang makin akrab dengan kehidupan sehari-hari, menyatu dengan spirit manusia, dan memiliki kemampuan interaktif berkat teknologi artificial intelligent (AI).
Adapun Sumitomo mengambil tema hutan yang dipadu dengan teknologi AI yang interaktif. Salah satu yang spektakuler adalah pemanfaatan seni pertunjukan dengan memanfaatkan teknologi proyektor dan layar jaring hingga tiga layer sehingga tampilannya menjadi lima dimensi. Hal ini memungkinkan seni pertunjukan animasi berpadu dengan manusia. Lanskap areal World Expo sendiri menampilkan grand ring dari kayu, yang menghabiskan 18 ribu kubik kayu. Diameter ring 615 m, tinggi ring 12-20 m, lebar garis ring 30 m, panjang ring 2 km. Kayu-kayu tersebut disambung tanpa menggunakan paku dan hanya menggunakan lem. Pilar-pilar balok dengan lebar 42 cm juga bukan dari kayu utuh tapi dari sambungan-sambungan. (C-13)

