Menkomdigi Sebut Regulasi Harus Ramah Investasi dan Responsif Sesuai Zaman
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid buka suara soal impor tarif Amerika Serikat (AS) ke sejumlah negara. Menurutnya, penting untuk membuka ruang yang ramah investasi dan mengikuti perubahan zaman.
Meutya juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Komdigi untuk kembali bekerja dengan semangat penuh percepatan. Pasalnya Indonesia sedang melangkah menuju lompatan besar di sektor digital.
“Kita tidak bisa pasif menghadapi tekanan global. Saya sudah instruksikan evaluasi regulasi agar lebih ramah investasi dan responsif terhadap zaman,” tegasnya dalam acara Halal Bihalal di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Langkah ini menurut Meutya sejalan dengan arah transformasi digital nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, kepastian hukum, serta kebijakan yang membuka ruang inovasi dan partisipasi pelaku industri, termasuk investor asing.
Baca Juga
Gelontorkan Dana Rp 4 Triliun, Perusahaan Telko Asal Jepang Berinvestasi di Anak Usaha Surge (WIFI)
“Indonesia punya potensi besar, tapi kita juga harus jadi tuan rumah yang siap menyambut investasi dengan aturan yang jelas dan cepat beradaptasi,” sambungnya.
Politisi Partai Golkar itu juga menyampaikan apresiasi kepada tim teknis Kemkomdigi yang tetap siaga selama masa libur nasional, memastikan konektivitas digital tetap stabil di tengah lonjakan trafik mudik Lebaran.
“Stabilnya jaringan selama mudik bukan hal kebetulan. Ini kerja keras tim yang siaga siang malam,” tambahnya.
Selain menyoroti dinamika global dan internal kementerian, Meutya mengajak seluruh ASN untuk mendukung pelaksanaan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
“Sebagai bagian dari keluarga digital Indonesia, mari kita mulai dari lingkungan kita sendiri, keluarga dan tetangga, untuk melindungi anak-anak dari bahaya ruang siber,” tutup Meutya. (C-13)

