Presiden Prabowo Perintahkan Jajarannya Bentuk Satgas PHK
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK). Keputusan ini untuk merespons usulan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang meminta agar pemerintah bersiap dengan efek berantai kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) ke pekerja.
“Saya tertarik dengan usul Satgas PHK. Cari posko yang bagus kita petakan semua, di mana ada peluang lapangan kerja, di mana ada PHK kita link and match, pemerintah akan bantu,” kata Prabowo di Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Salah satu target lokasi untuk menampung lapangan kerja yaitu di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi seluas 2.000 hektare disiapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dijadikan tambak udang.
Prabowo menegaskan juga akan menginvestasikan anggaran besar-besaran di bidang pertanian. Diperkirakan investasi di sektor itu akan menyerap 8 juta lapangan kerja. Tetapi, dia berharap para pekerja korban PHK dari industri di Pulau Jawa berkenan untuk dipindahkan ke lokasi yang ditetapkan pemerintah.
“Saya kira daerah-daerah sudah banyak yang maju. Merauke bagus jalan-jalannya. Sekarang sudah ada WiFi di mana-mana,” kata dia.
Baca Juga
Soal Dampak Tarif Trump, Airlangga Hartarto: Tidak Ada Alasan Bagi Para Pengusaha Lakukan PHK
Selain itu, Prabowo menyarankan industri juga mendiversifikasi produk yang dihasilkan dengan teknologi. Dia menyontohkan bagaimana industri tekstil dapat menghasilkan jaring penangkap ikan.
“Pabrik tekstil modern bisa bikin garmen, bisa juga bikin jaring penangkap ikan ini potensi luar biasa dan ini nilainya tinggi,” kata dia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pembentukan Satgas PHK sangat realistis. Bahkan, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengusulkan Satgas PHK ini sejak lama.
“Sudah wacana lama. Tapi baru dalam diskusi internal kita di kementerian bidang ekonomi,” ujar Yassierli.
Mendengar permintaan Presiden, Yassierli akan bergerak cepat untuk mengeksekusi Satgas PHK tersebut dalam waktu dekat. Meski begitu, eksekusi Satgas PHK ini turut mempersiapkan berbagai komponen mengenai pertumbuhan penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor industri.
Salah satu program yang akan disasar dalam memindahkan pekerja yang terkena PHK ini yaitu Makan Siang Gratis (MBG). Menurut Yassierli, program MBG akan membutuhkan banyak tenaga kerja.
“Kita sudah dapat petanya. Jadi MBG itu butuh tenaga kerja seperti ini,” kata dia.
Baca Juga
Antisipasi Dampak Tarif Trump, KSPI Usul Pembentukan Satgas PHK

