Kemenperin Sebut 198 Perusahaan Bakal Bangun Pabrik di RI, Serap 24.568 Pekerja
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sebanyak 198 perusahaan akan mengembangkan usahanya dengan membangun pabrik di Tanah Air. Hal ini diketahui melalui laporan dari Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) periode Januari-Februari 2025.
Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, laporan tersebut membuktikan industri dalam negeri masih menjadi daya tarik bagi investor sektor manufaktur untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Baca Juga
Industri Pengolahan Kelapa Hadapi Kelangkaan Bahan Baku, Kemenperin Usulkan 3 Kebijakan Ini
"Masih banyak investor yang mau dan sedang berinvestasi membangun fasilitas produksi di Indonesia. Ini menunjukkan daya tarik industri manufaktur nasional tetap kuat," ucapnya dalam konferensi IKI secara daring, Rabu (26/3/2025).
Febri mengungkapkan ratusan perusahaan yang akan membangun fasilitas produksinya di Tanah Air tersebut diprediksi akan menyerap 24.568 tenaga kerja.
"Dan rencana penyerapan tenaga kerja itu sebanyak 24.568,” ungkap Febri.
Masalah tenaga kerja dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri manufaktur ini tengah menjadi sorotan. Bahkan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK mencapai 40.000 orang selama periode Januari-Februari 2025.
"(PHK) sudah ada angkanya ya, terutama kan Jakarta dan Jawa Barat yang paling banyak. Jadi Januari dan Februari ini sudah sekitar 40.000," kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam kepada awak media di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga
Kemenperin: Pembangunan Kilang Minyak Bisa Tekan Impor Produk Kimia hingga Rp 147 Triliun
Bahkan, Bob mengungkapkan data PHK yang terjadi sepanjang 2024 lalu adalah sebanyak 250.000 orang. Apindo sendiri mendapatkan data PHK dari jumlah pekerja yang mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.
"Tahun lalu 250.000 orang (PHK), di Januari, Februari ini sekitar Rp40.000. Data yang kita peroleh dari BPJS. PHK ada di Jawa Barat, DKI, Tangerang," ungkap Bob Azam.
