Atasi Harga Bawang Melonjak Jelang Lebaran, Bapanas Gelontorkan 1 Juta Ton ke Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Tren harga bawang merah dan putih jelang hari raya Idulfitri cenderung mengalami kenaikan. Kondisi ini direspons pemerintah dengan melakukan operasi pasar murah secara rutin dan dilaksanakan dari outlet besar sampai kecil sebagai langkah penstabilan.
Dalam pantauan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), per 21 Maret rerata harga bawang merah di tingkat konsumen secara nasional senilai Rp 42.581 per kilogram (kg). Ini cukup menanjak jika dibandingkan pada rerata harga pada tengah Februari yang kala itu ada di Rp 34.849 per kg.
Sementara rerata harga bawang putih di level konsumen secara nasional per 21 Maret adalah senilai Rp 44.097 per kg. Sementara harga komoditas serupa di awal Januari 2025 masih berada di Rp 41.984 per kg.
"Kami rutin memonitor pergerakan harga pangan pokok strategis. Ketika sudah mulai ada tren kenaikan, tentu harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai program intervensi yang diinisiasi pemerintah bersama stakeholder pangan," ucap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya, dikutip Minggu (23/3/2025).
Baca Juga
BPS: Harga Bawang Merah, Bawang Putih, dan Minyak Goreng Melonjak, Pengaruhi IPH
Untuk diketahui, pada Jumat (21/3/2025) bertempat di Kantor Bapanas, pasokan total sebanyak 1 ton yang terdiri dari 700 kg bawang merah dan 300 kg bawang putih, dilepas dengan harga yang sangat menarik bagi konsumen. Bawang merah dibanderol di harga Rp 33.000 per kg dan bawang putih 30.000 per kg.
Semua pasokan dikirimkan oleh Champion Bawang binaan Kementan melalui sokongan program Fasilitas Distribusi Pangan (FDP), sehingga benar-benar bersumber dari petani lokal. Menurut Arief, tindakan ini juga termasuk langkah mendukung petani Indonesia.
Baca Juga
Inilah Penyumbang Inflasi Oktober, Emas Perhiasan, Daging Ayam Ras, dan Bawang Merah
"Sebisa mungkin kita penuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dengan hasil panen petani lokal sendiri. Kita bantu buka jalur penjualan dari yang makro sampai mikro seperti hari ini. Apalagi fokus Bapak Presiden Prabowo benar-benar melihat kondisi harga pangan kita, ketersediaan dan harga pangan mesti baik," kata Arief.
"Sesuai arahan bapak presiden, pangan adalah yang utama. Harga pangan saja tidak boleh naik. Ini karena kalau kondisi pangan aman, maka negara aman. Terlebih menjelang Idulfitri di akhir bulan ini," lanjutnya.

