Apindo Ungkap Aksi PHK Berlanjut, 250 Ribu Pekerja di 2024 dan 40.000 pada Januari-Februari 2025
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan sebanyak 40.000 orang pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama periode Januari-Februari 2025.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam menyebutkan, jumlah PHK terbanyak terjadi di kawasan Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Tangerang.
Baca Juga
BI: Kredit Perbankan Tumbuh 10,30% pada Februari Tanda Ekonomi Sehat
"(PHK) sudah ada angkanya ya, terutama didominasi Jakarta dan Jawa Barat. Jadi, total pekerja yang terkena PHK sudah mencapai 40.000 selama Januari dan Februari," katanya kepada awak media di Jakarta, Rabu (19/3/2025).
PHK tersebut, menurut Bob, berlanjut sejak tahun 2024, yaitu sebanyak 250.000 orang terkena PHK. Data PHK ini diperoleh dari pencatatan BPJS Ketenagakerjaan. "Tahun lalu 250.000 orang (PHK), di Januari, Februari ini sekitar Rp40.000. Data ini berasal dari BPJS. PHK ada di Jawa Barat, DKI, Tangerang," ungkap Bob Azam.
Baca Juga
Gobel: Pemerintah Mestinya Bentuk Task Force PHK dan Deindustrialisasi
Namun demikian, dia belum bisa memastikan sebanyak 40.000 karyawan terkena PHK tersebut sudah termasuk PHK massal tekstil Sritex Grup. Hal tersebut dikarenakan Apindo hanya mendapatkan data terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan, belum beserta data pelaku industrinya.
Bob menambahkan bahwa PHK terbanyak berasal dari sektor padat karya. “Sektornya masih yang padat karya lah. Ini lah kenapa pemerintah harus bisa membuat kebijakan yang tepat," terang Bob Azam.

