Pengguna Kendaraan Listrik Masih Minim, Indonesia Tetap Butuh BBM Berkualitas
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur Rachmat Kaimuddin mengatakan, solusi terbaik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca atau emisi CO2 guna menuju net zero emission (NZE) adalah dengan elektrifikasi.
Kendati demikian, Rachmat menyadari bahwa elektrifikasi di bidang transportasi melalui penggunaan electric vehicle (EV) masih sangat kecil. Hal ini dikarenakan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan berenergi fosil.
Baca Juga
Survei CORE: Mayoritas Setuju Kebijakan BBM Euro 4, Asalkan Harganya Terjangkau
“Kalau kita cerita emisi CO2, solusi utamanya adalah elektrifikasi. Karena itu tidak keluar asap. Knalpotnya saja tidak ada. Jadi memang itu,” kata Rachmat saat ditemui di Jakarta, dikutip Rabu (19/3/2025).
Maka dari itu, sambil mendorong pertumbuhan penggunaan EV di masyarakat, pemerintah bergerak menyediakan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas. Dalam hal ini, pemerintah bakal membantu PT Pertamina (Persero) mengembangkan BBM berstandar Euro 4 dan Euro 5.
“Kenapa kita mendorong ini juga, sambil jalan kita mendorong elektrifikasi? Ya karena kita tahu untuk mengganti semua fleet, atau semua mobil yang ada di jalan, itu pasti butuh waktu. EV masih butuh waktu untuk mengganti yang lama. Jadi mau tidak mau BBM juga harus kita address,” terang dia.
Sebagai informasi, Euro 4 dan Euro 5 adalah standar emisi kendaraan untuk mengatur ambang batas kadar polutan yang dapat dikeluarkan suatu kendaraan. Standar emisi ini digagas oleh Uni Eropa.
Baca Juga
Penjualan BBM SPBU BP Naik hingga 30%, Ternyata Ini Penyebabnya
Sejak 2018, Indonesia telah menerapkan standar BBM Euro 4. Hal ini itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.
Kendati demikian, Rachmat menyayangkan saat ini hampir semua BBM yang beredar di Indonesia belum memenuhi standar BBM Euro 4. Dia menyebutkan, spesifikasi BBM Euro 4 kadar sulfurnya harus 50 ppm.
“Jadi kalau Euro 4 itu standarnya RON 91 minimum, sulfurnya 50 ppm. Kalau Euro 5-6 RON-nya RON 91, tetapi sulfurnya 10. Kita sudah tahu Pertalite itu RON-nya 90, sulfurnya juga lebih tinggi, yaitu 500,” ungkap Rachmat.

