Pertumbuhan Pengguna Kendaraan Listrik masih Lambat, ESDM Ungkap Alasan dan Upaya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi menyebutkan bahwa pertumbuhan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia masih berjalan lambat.
Rendahnya pertumbuhan, terang Eniya, dipengaruhi kesiapan infrastruktur kendaraan listrik itu sendiri yang masih sedikit, sehingga masyarakat belum percaya sepenuhnya beralih ke EV.
“Saya menginisiasi fast charging station di 2018. Saat itu motor listrik tidak ada. Masih hanyasatu-satu. Terus setelah itu ada fast charging baru animonya bergerak,” kata Eniya saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Motor Listrik Jauh Lebih Hemat dari Motor BBM, Ini Hitungan ESDM
Kendati demikian, Eniya bersyukur saat ini tren penggunaan kendaraan listrik sudah mulai mengalami peningkatan. Sebab, banyak merek produsen mobil listrik yang masuk ke Indonesia. Selain itu, pembangunan charging station dan ekosistem EV lainnya juga mulai gencar.
“Terus kita lihat sekarang pejualan dari motor listrik sama mobil listrik ini kan mulai naik. Saya rasa sekarang sudah mulai kelihatan. Lexus sudah bergerak di jalan. Sudah kayak keren lah gitu ya. Jadi seperti kita punya handphone apa. Kalau udah lihat, udah bergerak, baru mereka tertarik,” ujar dia.
Untuk mendorong elektrifikasi kendaraan ini, Kementerian ESDM pun telah membuat program konversi motor konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik, di mana pemerintah memberikan subsidi Rp 10 juta per unit motor yang dikonversi.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Roadmap Infrastruktur Kendaraan Listrik agar Penyebaran Merata
“Nah kalau yang konversi ini untuk mengakomodir orang-orang yang sudah punya (motor), tapi tidak mau berganti atau sayang untuk berganti. Terus kita melihatnya banyak kendaraan lama yang tidak lolos emisi,” sebut Eniya.
Kendati demikian, subsidi tersebut ternyata masih belum terlalu menarik minat masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian ESDM menggandeng badan usaha (BU) untuk mengupayakan agar konversi motor listrik ini bisa dilakukan secara gratis.
Baca Juga
Jokowi Sebut Ekosistem Besar Kendaraan Listrik Indonesia Mulai Terlihat Nyata
Saat ini, Kementerian ESDM dengan dibantu corporate social responsibility (CSR) akan melakukan konversi 1.000 unit motor secara gratis untuk masyarakat Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
“Awalnya kami berinisiasi untuk menggalang CSR itu dari mitranya Kementerian ESDM berarti seluruh yang bergerak di energi baru, ketenagalistrikan, minerba, migas. Terus akhirnya kita keluarkan surat ke semua untuk meminta itu,” beber Eniya.

