China Masih Dominasi Pasar Mobil Listrik Global
Pada dua bulan pertama tahun ini, konsumen di China semakin banyak beralih ke kendaraan listrik, terbukti dari kenaikan penjualan yang mencapai 364.000 unit hanya dalam bulan Februari, dengan perincian mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) sebanyak 322.000 unit dan mobil plug-in hybrid vehicle (PHEV) sebanyak 84.000 unit.
Amerika Utara juga mengalami lonjakan penjualan kendaraan listrik, dengan peningkatan 300.000 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meksiko mencatat pertumbuhan tertinggi dengan penjualan yang lebih dari dua kali lipat, sebagian besar berkat masuknya model mobil listrik buatan China.
Sementara itu, di Amerika Serikat, penjualan kendaraan BEV dan PHEV naik sebesar 84.000 unit. Hal ini masih didorong oleh insentif pajak federal sebesar US$ 7.500 yang masih berlaku.
Eropa turut menyumbang pertumbuhan signifikan dalam pasar kendaraan listrik dengan kenaikan penjualan sebesar 104.000 unit. Namun, berbeda dengan BEV yang naik pesat, penjualan PHEV hanya mengalami pertumbuhan tipis sebesar 2% atau tidak lebih dari 5.000 unit.
Kebijakan pajak besar oleh pemerintah Prancis disebut berdampak besar dan menyebabkan penurunan drastis hingga sekitar 60 ribu unit dalam penjualan PHEV. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap tren pasar otomotif.
Manajer Data Rho Motion, Charles Lester, menyatakan bahwa awal tahun 2025 menjadi momentum kuat bagi penjualan kendaraan listrik global.
"Banyak pertumbuhan masih berasal dari China, yang mengalami kebangkitan kendaraan listrik murni tahun ini dibandingkan dengan tren hybrid pada 2024. Meskipun menghadapi tarif tinggi, BYD terus memperluas pasar domestik dan internasionalnya tanpa tanda-tanda melambat," ujarnya.
Sementara itu, pasar kendaraan listrik di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Februari 2025, penjualan mobil meningkat 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan pertama sejak Juni 2023.
Baca Juga
Salah satu, faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah adopsi kendaraan listrik yang semakin luas, terutama dari merek-merek China seperti BYD dan Chery. Belum lagi adanya intensif dari pemerintah yang membuat pasar mobil listrik masih cukup diminati.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik pada Januari 2025 mencapai 2.394 unit. Model yang paling laris adalah BYD M6 dengan 581 unit, diikuti oleh Chery J6 sebanyak 423 unit, dan BYD Seal dengan 285 unit.
Secara keseluruhan, tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat. Semakin banyak konsumen yang beralih ke mobil listrik, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. (C-13)

