Resmi Diluncurkan, "Diskon Belanja di Indonesia" Targetkan Transaksi Rp 36 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah menggelar program "Diskon Belanja di Indonesia Aja (BINA)" untuk periode Lebaran pada 14-30 Maret 2025. Target transaksi program ini mencapai Rp 36 triliun.
“Ini merupakan acara gerakan belanja di Indonesia Aja yang kedua, kegiatan tersebut diluncurkan pada hari ini,” kata Airlangga, di Mall Lippo Nusantara, Jakarta, Jumat (14/2/2025).
Airlangga mengatakan, program sebagai salah satu cara menjaga daya beli masyarakat. Apalagi pasar domestik Indonesia cukup besar mencapai US$ 670 miliar. “Inilah pasar yang harus terus dijaga daya belinya,” ujar dia.
Baca Juga
Tarif Merak-Bakauheni Ditetapkan Satu Harga pada Mudik, Diskon hingga 36%
Airlangga menyebut program BINA edisi Lebaran 2025 ini diikuti 402 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Selain pusat belanja, BINA edisi Lebaran 2025 juga menyasar stasiun dan bandara, serta 80.000 retail. “Targetnya tentu diharapkan bisa mencapai Rp 36,3 triliun,” ucap dia.
Selain menyokong gerakan belanja, Airlangga menyebut, pemerintah berupaya mendorong daya beli masyarakat, di antaranya memberikan tunjangan hari raya (THR) gaji ke-13, THR untuk ASN, TNI, dan Polri.
Kementerian Ketenagakerjaan, kata Airlangga, juga telah memberikan skema bantuan hari raya (BHR) untuk pengemudi ojek dan taksi daring. “Kemudian berbagai kebijakan dari pemerintah, menteri perhubungan dan menteri pariwisata,” kata dia.
Pemerintah memberikan diskon pesawat sebesar 13-14% berupa pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawat yang ditanggung pemerintah selama periode 24 Maret hingga 7 April 2025. Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol pada hari tertentu saat mudik Lebaran sebesar 20%. “Kemudian program pariwisata mudik dengan BUMN dan stabilisasi harga pangan melalui operasi pangan,” kata dia.
Baca Juga
Kementerian PU Buka Potensi Diskon Tarif Tol Lebih dari 20% di Libur Lebaran
Sementara itu, besarnya pasar Indonesia tak hanya diakui pemerintah. Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam menyebut, Indonesia memiliki daya tarik dibanding Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa. Nilai perdagangan dengan AS mencapai US$ 100 miliar dan dengan Uni Eropa mencapai US$ 50 miliar.
“Sebagian besar adalah produk yang mempunyai nilai tambah tinggi elektronik,” jelas Airlangga saat bertemu dengan To Lam.
Airlangga bercerita, meski Vietnam memiliki perjanjian dagang dengan dua wilayah tersebut, Indonesia tetap menjadi tujuan ekspor. “Saat saya tanya,’Kenapa?’ Dia (To Lam) mengatakan Indonesia punya pasar domestik yang besar,” kata dia.

