Pertamina-Pindad Jalin Kerja Sama Tumbuhkan Ekosistem Industri Migas
BANDUNG, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait sinergi inovasi untuk ketahanan energi, pertumbuhan nasional, dan kemandirian teknologi. Kolaborasi ini merupakan kerja sama manufaktur yang bertujuan meningkatkan produksi migas nasional.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa di Gedung Graha Pindad, Bandung, pada Senin (10/3/2025).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berharap agar Indonesia sejajar dengan negara-negara maju. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbanyak industri-industri berbasis teknologi maju.
“Salah satu program kami adalah mengajak industri untuk terlibat di dalam riset dan inovasi, karena saya yakin riset dan inovasi yang menjadi fondasi untuk tumbuhnya industri yang lebih maju,” jelas Brian Yuliarto.
Baca Juga
Pertamina NRE Prioritaskan Pengembangan Geothermal untuk Tarik Investasi Danantara
Sementara Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, penandatanganan MoU ini menjadi momen penting, sekaligus komitmen antar-BUMN untuk mencapai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam swasembada energi serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) guna memperkuat industri nasional.
“Pertamina dan Pindad memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kemandirian serta ketahanan energi nasional melalui inovasi dan penguatan kapasitas industri dalam negeri," ujar Simon.
Simon mengungkapkan, ketersediaan energi andal, berdaya saing, dan berkelanjutan, menjadi salah satu elemen kunci mencapai tujuan kemandirian energi. Sinergi antara Pertamina dan Pindad ini menjadi esensial dalam meningkatkan efisiensi dan produksi migas nasional, serta mempercepat pengembangan teknologi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada produk dan peralatan impor.
Melalui kerja sama ini, Pertamina dan Pindad tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi dan inovasi, tetapi membangun ekosistem industri yang lebih tangguh dan mandiri di beberapa aspek strategis.
Di antaranya pembangunan dan pengembangan rig Merah Putih guna mendukung eksplorasi dan produksi agar lebih efisien. Selain itu, pengembangan dan penyediaan peralatan pendukung produksi migas berbasis teknologi dalam negeri untuk meningkatkan efisiensi operasional, serta peningkatan kapabilitas dalam pemenuhan standar sertifikasi dan regulasi sektor migas.
Selain itu, kedua BUMN ini dapat berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi untuk sektor hulu dan hilir migas, serta energi baru dan terbarukan.
Baca Juga
Simon menambahkan, kolaborasi ini akan berdampak bagi industri energi Indonesia. Peningkatan produksi energi dalam negeri dan inovasi teknologi lokal akan menarik investasi, mendorong ekspansi manufaktur, dan meningkatkan daya saing global. "Semua ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan visi Indonesia Emas 2045," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa menyampaikan rasa bangganya atas sinergi inovasi dan kolaborasi ini. “Semua pihak berkolaborasi dalam rangka mendukung program pemerintah. Semoga upaya ini bisa meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), sehingga bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri. Selain itu, saya harapkan upaya ini bisa menggerakan efek ekonomi dan efek berganda (multiplier effect) yang cukup tinggi,” pungkasnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, sinergi ini mencerminkan BUMN melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan perekonomian nasional, sesuai dengan target pemerintah.

