Gandeng AIIB untuk Revitalisasi Irigasi, Kementerian PU Dapat Pinjaman Rp 4,1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) membahas potensi kerja sama dalam layanan irigasi dengan pinjaman dana sebesar US$ 250 juta atau Rp 4,102 triliun (asumsi kurs Rp 16.410 per dolar AS).
Demikian disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo saat menerima kunjungan Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) Jin Liqun di kantor Kementerian PU, Jakarta, Senin (10/3/2025).
Baca Juga
Dorong Swasembada Pangan, PU Alokasikan Proyek Jaringan Irigasi Rp 6 Triliun
''Proyek senilai US$ 250 juta ini bertujuan meningkatkan layanan irigasi melalui rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi sumber daya air serta sistem irigasi,'' katanya dalam keterangan pers, dikutip Selasa (11/3/2025).
Adapun proyek yang didukung dengan pinjaman AIIB adalah modernisasi irigasi strategis dan rehabilitasi mendesak (SIMURP).
Dikatakan Menteri Dody, SIMURP juga mencakup penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas manajemen operasional maupun pemeliharaan infrastruktur irigasi.
Sebelumnya, kerja sama antara Kementerian PU dan AIIB berhasil menuntaskan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada periode 2017-2023 dengan total investasi sebesar US$ 207 juta atau Rp 3,397 triliun (asumsi kurs Rp 16.410 per dolar).
"Program ini berhasil meningkatkan kualitas permukiman perkotaan, khususnya di daerah-daerah kumuh, melalui pembangunan infrastruktur dasar serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam perencanaan hingga pelaksanaan," tutur Dody.
Baca Juga
Kepala OIKN: Daerah Irigasi Sebakung Akan Dukung Swasembada Pangan
Kementerian PU mengharapkan, kerja sama dengan AIIB dapat membantu menjawab tantangan pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang semakin kompleks, terutama dengan kondisi keterbatasan anggaran negara.
''Kementerian Pekerjaan Umum ingin mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang dan diperluas ke berbagai wilayah Indonesia,'' imbuh Dody.

