Pemerintah Wacanakan Internet Murah Rp 100 Ribuan, Pakar: Harus Transparan!
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menggelar lelang frekuensi 1,4 GHz untuk mewujudkan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga murah mulai Rp 100 ribuan.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi menilai bahwa langkah tersebut harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Baca Juga
Pemerintah Dorong Internet Murah dan Cepat Lewat Lelang Frekuensi 1,4 GHz
Skema internet cepat dan murah, menurut dia, memang menjadi harapan masyarakat. Namun, kebijakan tersebut perlu dikomunikasikan secara jelas dan transparansi dalam pelaksanaannya. "Harapan masyarakat seperti itu (internet cepat dan murah), cuma harus dipastikan, apakah misalnya harga Rp100-150 ribu itu benar-benar akan berlaku secara permanen atau hanya selama masa promosi," kata Heru saat dihubungi oleh investortrust.id, Selasa (4/3/2025).
Menurutnya, rencana ini harus dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan miskomunikasi, terutama mengenai bagaimana layanan internet seharga Rp 100 ribuan dapat menawarkan kecepatan 100 Mbps.
"Sebab, jangan sampai ini hanya menjadi janji atau hoaks, di mana masyarakat berharap internet murah benar-benar terjadi, tetapi akhirnya hanya sekadar omon-omon," jelasnya.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) Dukung Program Internet Cepat Prabowo, Tapi Ada Tantangan Ini
Sebelumnya, Koordinator Kebijakan Penyelenggaraan Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Benny Elian, menyampaikan bahwa kehadiran frekuensi 1,4 GHz dapat meningkatkan penetrasi broadband tidak hanya melalui fiber optic, tetapi juga layanan internet fixed wireless.
Benny menjelaskan bahwa jaringan ini memang ditujukan untuk layanan tetap (fixed), seperti modem rumah atau perangkat MiFi yang tidak digunakan di ponsel. "Ini benar-benar untuk fixed, modem di rumah. Seperti router di rumah yang bentuknya MiFi dan bukan digunakan di HP. Jadi memang untuk Fiber Optic, bukan untuk seluler," katanya beberapa waktu lalu.
Saat ini, tujuh dari sepuluh penyelenggara jaringan telah menyatakan minatnya untuk mengikuti seleksi spektrum 1,4 GHz. Rencananya, seleksi ini akan dilakukan pada Semester I tahun ini, sebelum pemerintah melelang spektrum lainnya seperti 700 MHz, 26 GHz, dan 2,6 GHz. (C-13)

