Hashim Sebut Danantara Akan Disuntik Rp 300 Triliun Per Tahun, Ini Sumber Dananya
JAKARTA, investortrust.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, alasan pemerintah melakukan efisiensi anggaran karena banyak ditemukan program-program yang boros.
Dana itu seharusnya bisa digunakan untuk mendukung proyek utama pemerintah demi tercapainya pertumbuhan ekonomi 8%. Salah satunya Danantara yang direncanakan mendapat suntikan dana dari pemerintah US$ 20 miliar atau Rp 300 triliun per tahun.
“US$ 20 miliar sebenarnya adalah angka minimum. Sebenarnya (dibutuhkan) jauh lebih dari itu. Ini semua berasal dari (efisiensi) program dan proyek yang boros yang ditemukan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir,” kata Hashim dalam acara Indonesia "Green Energy Investment Dialogue 2025" di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
Kemenperin Berharap Danantara Bisa Alokasikan Investasi ke Industri Manufaktur
Hashim menilai, dengan efisiensi anggaran, membuat pemerintah mampu mengumpulkan dana US$ 20 miliar per tahun untuk menjalankan proyek-proyek Danantara. “Sekarang, pemerintah bermaksud menyuntikkan US$ 20 miliar dari APBN setiap tahun selama Prabowo menjabat presiden. Mudah-mudahan 10 tahun. Yang berarti setiap tahun pemerintah akan memiliki ekuitas sebesar US$ 20 miliar, yang dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek,” sebutnya.
Bukan hanya itu, pemerintah juga akan gencar mencari investor dari luar negeri dan menggaet tokoh-tokoh global. Salah satu sosok yang ditargetkan untuk bergabung dengan Danantara adalah Ray Dalio, konglomerat asal Amerika Serikat yang merupakan pendiri hedge fund, Bridgewater Associates.
“Jadi dari penghematan ini US$ 20 miliar per tahun, sangat mungkin bahwa selama periode 5 tahun pemerintahan ini akan mampu melalui Danantara, memiliki US$ 100 miliar tunai untuk diinvestasikan dengan investor dari luar negeri. Inilah alasan mengapa saya menjadi jauh lebih optimistis,” ucap Hashim.
Baca Juga
Terungkap Alasan Prabowo Tunjuk Rosan Roeslani Jadi CEO Danantara
Adik Presiden Prabowo Subianto tersebut menjelaskan, efisiensi anggaran tersebut tidak akan mempengaruhi proyek-proyek besar pemerintah. Bahkan, tidak akan ada pemotongan beasiswa dari pemerintah.
“Pemerintah telah menjadi sasaran disinformasi, misinformasi, berita palsu selama beberapa minggu terakhir. Banyak mahasiswa yang berdemonstrasi di jalan, berdemonstrasi dengan informasi palsu bahwa beasiswa mereka akan dipotong atau bahkan dihilangkan,” terang dia.

