Danantara Diluncurkan, tapi Saham-Saham Emiten BUMN malah Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Sepekan usai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara diluncurkan, pergerakan harga saham BUMN terpantau terpukul. Danantara yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan saham BUMN dan berdampak terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tak kunjung terjadi, justru sebaliknya.
Pemerintah resmi meluncurkan Danantara pada Senin (24/2/2025). Dalam peluncuran tersebut disebutkan Danantara akan memiliki dana invesatasi gelombang pertama senilai Rp 300 triliun yang bersumber dari penghematan anggaran belanja negara. Suntikan modal lainnya akan datang dari dividen BUMN dan penghematan anggaran gelombang kedua. Dengan demikian total modal disetor Lembaga ini mencapai Rp 1.000 triliun tahun ini.
Baca Juga
Prabowo Beberkan Kebijakan untuk Indonesia Berdikari: DHE, Danantara, dan Bank Emas
Berdasarkan data perdagangan saham hingga penutupan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sejumlah saham BUMN terpantau mencatatkan penurunan dalam dan hanya satu saham yang masih berhasil catatkan penguatan dalam sepekan terakhir.
Penurunan paling dalam berasarkan data Tradingview, yaitu saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) telah mencapai 8,87%, BMRI turun 8,54%, BBRI melemah 7,42%, BBTN anjlok 7,29%, dan BBNI melemah 5,38%.
Baca Juga
Aneh, Lima Saham Ini justru ARA Saat IHSG Sesi I Terjun ke Level 6.458
Penurunan dalam juga melanda saham BUMN sektor lainnya, seperti saham PGAS anjlok 10,39%, PTBA melemah 1,50%, TINS turun 7,69%, ANTM turun 4,15%, SMGR turun 6,12%, dan KRAS turun 5,71%.
Penurunan juga melanda saham TLKM sebanyak 8,61%, saham ADHI anjlok 8,04%, JSMR melemah 8,29%, dan PTPP melemah 7,91%. Sebaliknya saham GIAA berhasil torehkan penguatan 2,22% dalam sepekan terakhir.
Meski demikian penuran hampir seluruh saham BUMN tersebut juga sejalan dengan koreksi IHSG BEI dalam sepekan terakhir dari elvel 6.788 menjadi 6.458 pada sesi I.

