Kemenperin Berharap Danantara Bisa Alokasikan Investasi ke Industri Manufaktur
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung dan berharap pembentukan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat memberikan dampak positif pada industri manufaktur, dengan mengalokasikan investasinya ke industri pengolahan nonmigas.
“Kami berharap bahwa dan antara pemerintah akan mengalokasikan investasi untuk industri pengolahan nonmigas atau industri manufaktur,” ucap Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif saat konferensi pers di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).
Febri pun menyebutkan, gelombang pertama investasi Danantara sebesar US$ 20 miliar akan dialokasikan ke sejumlah proyek industrialisasi. Oleh sebab itu, ia mengatakan pihaknya akan menyiapkan beberapa subsektor hilirisasi industri.
“Jadi ada beberapa yang sudah kita siapkan terutama hilirisasi petrokimia yang tadi disebut Presiden menjadi salah satu prioritas juga hilirisasi bahan mineral dan beberapa hilirisasi komoditas yang lain. Yang paling penting adalah kami berharap investasi dari Danantara bisa dialokasikan di pohon-pohon industri yang bolong-bolong,” terangnya.
Baca Juga
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengharapkan Danantara dapat mengubah cara pengelolaan kekayaan bangsa demi kesejahteraan rakyat. Ditekankan, pemerintah telah membuktikan komitmennya dengan disiplin dan tata keuangan yang bertanggung jawab.
“Kita telah membuktikan komitmen dalam mengelola kekayaan negara dengan disiplin keuangan yang ketat dan tata kelola yang bertanggungjawab dalam 100 hari pertama pemerintah yang saya pimpin, kami berhasil mengamankan lebh dari Rp 300 triliun, hampir US$ 20 miliar dalam bentuk tabungan negara,” terang Prabowo belum lama ini.
Dana tersebut kemudian akan dikelola Danantara dan diinvestasikan dalam proyek nasional, industrialisasi dan hilirisasi. Presiden Prabowo meyakini proyek-proyek tersebut memberikan dampak dalam menciptakan nilai tambah yang signifikan untuk Indonesia.
“Proyek-proyek yang berdampak tinggi yang akan menciptakan nilai tambah yang signifikan untuk bangsa kita, menciptakan manfaat nyata, lapangan kerja yang bermutu, dan kemakmuran yang berjangka panjang bagi masyarakat Indonesia,” paparnya.

