Akui Langgar Aturan, Apple Tebus Sanksi dengan Tambah Investasi di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Apple akan memenuhi sanksi akibat belum menjalankan komitmen inovasi pada periode 2020-2023. Hal tersebut diatur dalam Permenperin Nomor 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.
Apple diketahui telah melunasi utang komitmen investasi pada periode tersebut senilai US$ 10 juta atau setara sekitar Rp 163 miliar. Kemudian, perusahaan raksasa di bidang teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini akan menambah komitmen investasi, yakni dengan membawa dua perusahaan global value chain (GVC) atau rantai nilai global mereka berinvestasi di Indonesia.
Kedua perusahaan tersebut adalah ICT Luxshare yang akan berinvestasi memproduksi aksesoris AirTag di pabrik yang sedang dibangun di Batam dengan investasi US$ 150 juta atau setara Rp 2,4 triliun. Pembangunan pabrik itu akan menjadikan Indonesia sebagai supplier bagi 65% AirTag di pasar dunia. Dalam hal ini, Apple berkomitmen komponen baterai AirTag akan dipenuhi dari produsen dalam negeri.
“Apple membayar sanksi dengan cara menghadirkan perusahaan yang bagian global value chain mereka untuk menanamkan modal, investasi, di Indonesia," ucap Menperin Agus dalam konferensi pers di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025).
“Potensi ekspornya nanti cukup tinggi, dan dalam kegiatan investasi oleh ICT Luxshare sebagai bagian dari komitmen (menjalankan) sanksi Apple, di situ juga terdapat komitmen bahwa baterai yang dibutuhkan AirTag akan sepenuhnya disuplai industri dalam negeri," imbuhnya.
Baca Juga
Menperin Agus Sebut Apple Akhirnya Setuju Investasi Baru di RI, Nilainya Tembus Rp 2,6 Triliun
Selain itu, Menperin Agus juga menyebutkan Apple sedang menyiapkan lini produksi di perusahaan Long Harmony, Bandung, yang akan memproduksi kain mesh untuk keperluan AirPod Max. Dengan demikian, Long Harmony akan menjadi salah satu bagian dari GVC Apple di Tanah Air.
“Dalam waktu singkat, Indonesia sudah bisa menempatkan dua perusahaan yang menjadi GVC untuk Apple, yaitu investasi ICT Luxshare di Batam dan pembentukan lini produksi Long Harmony Bandung," terang Menperin Agus.

