Terungkap Penyebab Tol JORR Elevated Cikunir–Ulujami Sulit Dikerjakan
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan mengapa proyek Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir–Ulujami sulit dikerjakan sesuai kontrak yang berlaku. Salah satu penyebabnya adalah alotnya pembangunan lajur baru pada JORR non elevated sebagai salah satu kunci pembangunan JORR elevated Cikunir – Ulujami.
“Pembangunan yang di atas (JORR elevated) pasti mengganggu yang di bawah (JORR non elevated), ini harus diobrolin dulu, dan memang belum ada kesepakatan seperti apa,” kata anggota BPJT, Sony Sulaksono Wibowo di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Baca Juga
Nusantara Infrastructure (META) Targetkan Tol Cikunir-Ulujami 'Elevated' Dibangun Tahun Ini
Sony menerangkan, operator JORR non elevated seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero) masih berdiskusi panjang dengan PT Margautama Nusantara (MUN) anak perusahaan dari entitas bisnis grup Salim, yakni PT Nusantara Infrastructure (META).
“Sekarang para BUJT (badan usaha jalan tol) itu lagi berbicara, salah satu yang menjadi krusial adalah JORR yang di bawah (non elevated) harus ada tambahan lajur karena pembangunan itu. Nah, tambahan lajur itu biayanya siapa? MUN bersedia, tetapi kan tidak semudah itu untuk membebaskan lahan dan segala macam, itu kan berproses,” jelas dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, PT Nusantara Infrastructure (META) menargetkan pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Elevated (JORR-E) Ruas Cikunir-Ulujami dimulai pada 2025 seiring penandatanganan perjanjian penjaminan dan perjanjian regres Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, Oktober 2023 silam.
Direktur Utama META Muhammad Ramdani Basri menjelaskan, pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum tengah menggodok penyelesaian desain untuk pembangunan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami.
“Ada satu proyek yang sedang kita kerjakan, yaitu Cikunir-Ulujami elevated ini masih proses persiapan desain dan sebagainya, masih bicara dengan (Kementerian) PU,” ujar Ramdani beberapa waktu lalu.
Dikatakan Ramdani, pihaknya tengah mengejar target pembangunan jalan tol tersebut pada 2025 mengingat dalam perjanjian kerja sama operasional jalan tol layang itu diharapkan pada April 2027.
“Kita maunya sih tahun ini (mulai dibangun), mudah-mudahan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Eks Direktur Jenderal (Dirjen Bina Marga) Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra menyampaikan bahwa pembangunan ruas Tol Cikunir-Ulujami elevated tertunda karena adanya perombakan desain dari badan usaha jalan tol (BUJT) terkait.
Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami sepanjang 21,6 km akan dibangun dengan investasi Rp 21,26 triliun dan masa konsensi 45 tahun terhitung sejak penerbitan surat perintah mulai kerja (SPMK). Jalan tol ini akan dibangun dengan struktur full elevated di atas JORR eksisting dengan jumlah lajur 2 x 2 selebar 3,5 meter. Sejatinya, pembangunan jalan tol layang ini dilakukan pada Juli 2024.
“Jadwal konstruksi selama 33 bulan dimulai sejak Juli 2024 hingga Maret 2027 dengan jadwal pengoperasian pada April 2027,” kata Kepala BPJT, Miftachul Munir beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Cegah Kemacetan akibat Proyek Tol Cikunir-Ulujami, Kementerian PUPR Siapkan Ini
Menurut dia, jalan tol ini akan memiliki tiga on/off ramp yakni on/off ramp yang terkoneksi dengan jalan arteri Pondok Indah, on/off ramp terkoneksi jalan arteri Bambu Apus, serta off ramp terkoneksi jalan Tol Jagorawi.
“Sehingga (Jalan Tol Elevated Cikunir-Ulujami) diharapkan dapat mengurangi beban kepadatan lalu lintas di JORR eksisting,” tutur Munir.

