Pengumuman: Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Jadi Proyek Percontohan Tata Kelola dan Estetika
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah menjadikan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami sebagai proyek percontohan (pilot project) pembangunan jalan tol dengan tata kelola (governance) dan estetika yang baik. Jalan tol ini memiliki panjang 21,6 km dengan biaya investasi Rp 21,26 triliun.
“Proyek JORR Elevated Cikunir-Ulujami akan menjadi pilot project pembenahan atau perbaikan tata kelola dan estetika. Mumpung hanya 21 km, akan kami jadikan pilot project untuk tata kelola yang lebih baik,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat menghadiri penandatangan Penjaminan dan Perjanjian Regres JORR Elevated Cikunir-Ulujami, di Auditorium PUPR, Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga
Menurut Basuki, Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami dibangun untuk mengejar ketertinggalan konektivitas demi mencapai target Indonesia Emas 2024 atau target Indonesia menjadi negara maju pada 2024 dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita di atas US$ 30.000.
“Proyek ini diwujudkan untuk mengejar komitmen Indonesia Emas pada 2024. Jadi, 20 tahun menuju Indonesia Emas bukanlah waktu yang lama. Untuk mencapai Indonesia Emas 2024 diperlukan percepatan konektivtas di Indonesia, salah satunya melalui pembangunan jalan tol,” ujar dia.
Baca Juga
Untuk menciptakan konektivitas antarwilayah guna mencapai target Indonesia Emas 2024, Basuki menekankan pentingnya perbaikan tata kelola dan estetika, termasuk dalam pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan jalan tol.
Tata kelola yang ingin diperbaiki pemerintah, kata Menteri PUPR, di antaranya pengerjaan proyek yang lebih bersih dan tidak ada penggelembungan nilai proyek (mark-up). Untuk itu, Kementerian PUPR bakalmengenalkan mekanisme baru untuk mencegah pengerjaan proyek yang kurang baik. “HPS (harga perkiraan sendiri) harus kami proof terlebih dahulu,” kata dia.
Basuki menjelaskan,pihaknya akan melibatkan tim independen untuk menilai HPS. Perbaikan tata kelola ini diharapkan mampu mewujudkan proyek pembangunan jalan tol yang tidak bermasalah dengan pihak berwenang di kemudian hari.
Baca Juga
Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Kurangi Kepadatan Lalin, Begini Penjelasan Kepala BPJT
Selain tata kelola, Basuki juga menyoroti kualitas dan estetika pengerjaan jalan tol, utamanya tol dalam kota. “Mudah-mudahan Dirjen Bina Marga memperbaiki desain jalan tol di dalam kota ini,” ucap dia.
Selain itu, Basuki menyoroti persimpangan jalan (junction) jalan tol yang kerap dilupakan. Kementerian PUPR berencana menghutankan kembali persimpangan jalan tol yang ditinggalkan usai proyek selesai.
“Standar lingkungan kita ini terlalu rendah. Kita ingin lingkungan yang lebih baik agar pengemudi tidak cepat lelah,” tegas dia. (CR-7)

