Cegah Kemacetan akibat Proyek Tol Cikunir-Ulujami, Kementerian PUPR Siapkan Ini
JAKATRTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah memitigasi kemacetan yang ditimbulkan oleh pengerjaan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami. Sejumlah langkah antisipasi pun disiapkan.
“Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menerapkan manajemen lalu lintas di sekitar proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Miftachul Munir di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga
Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Telan Biaya Rp 21,26 Triliun, Ini Sumber Dananya
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Metro Expressway (JKTMetro), Danni Hasan mengatakan, JKTMetro selaku konsorsium yang mengerjakan proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami akan menerapkan metodologi pembangunan yang tepat untuk mengatasi kemacetan.
Langkah ini, menurut dia, sangat penting karena dalam seharinya tol JORR dilewati 400-500 ribu kendaraan. “Tol ini dibangun dengan sistem precast piles head (tiang pancang) dan span by span erection (pembentangan satu per satu),” papar dia.
Baca Juga
Pengumuman: Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami Jadi Proyek Percontohan Tata Kelola dan Estetika
Melaluimetode tersebut, kata Danni, pengerjaan proyek tidak mengganggu lalu lintas di bawahnya. “Kami akan bekerja di windows times, pukul 22.00 sampai 09.00,” tutur dia.
Dia menjelaskan, tol Cikunir-Ulujami memasuki masa konstruksi pada Juli 2024. Proyek ini ditargetkan rampung sampai Maret 2027 dan dijadwalkan beroperasi pada April 2027.
Danni Hasan menambahkan, Tol Elevated Cikunir-Ulujami direncanakan memiliki lajur 2x2 dengan tiga on/off ramp, yaitu on/off ramp jalan koneksi arteri Pondok Indah, on/off ramp jalan koneksi Bambu Apus, dan on/off ramp Jalan Tol Jagorawi. “Tol ini didesain untuk laju kecepatan 80 km per jam,” ucap dia.(CR-7)

