Menteri PU: Proyek Bendungan Baru Digarap Lewat KPBU Unsolicited
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, proyek bendungan baru yang dibangun di era Presiden Prabowo Subianto diupayakan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) unsolicited atau diprakarsai oleh pihak swasta.
“Kalau bendungan baru itu kan biaya konstruksinya gede banget bisa sampai Rp 4-Rp 5 triliun. Nah, kita upayakan bisa menarik swasta,” kata Dody saat konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Baca Juga
Bendungan Keureuto Senilai Rp 1,7 T Rampung Dibangun, Simak Sederet Fungsinya
Meski demikian, Dody tak menampik swasta hanya membangun bendungan untuk sektor kelistrikan saja. Untuk itu, dia akan berdiskusi dengan pihak pemrakarsa agar menyalurkan air tampungan bendungan sehingga bisa dialiri ke sawah-sawah setempat.
“Saya minta tolong, ketika kita kasih izin (pembangunannya), minta tolong airnya itu dikasih sedikit untuk irigasi. Yang bangun irigasi tetap saya, yang membangun saluran primernya tetap saya, hanya izin ngambil airnya sedikit saja begitu, sesuai kebutuhan petani,” terang Dody
Sebelumnya, Menteri Dody memaparkan, sejumlah proyek Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PU pada periode 2025-2029. Bidang Sumber Daya Air sebesar Rp 27,72 triliun dilakukan efisiensi pada pembangunan 14 unit bendungan, satu bangunan pengarah rukoh, serta revitalisasi danau dan situ.
Baca Juga
Kementerian PU Klaim 6 Bendungan Ini Siap Diresmikan Prabowo di Februari 2025
Selain itu, pembangunan 9.550 hektare dan rehabilitasi 29.000 hektare jaringan irigasi, pembangunan prasarana air baku berkapasitas 1,25 m3 per detik, pembangunan pengendali banjir sepanjang 19 km, pengaman pantai 4,5 km, hingga pengendali lahar dan sedimen. "Ada juga pengadaan tanah dan dukungan manajemen dan teknis lainnya,” papar Dody beberapa waktu lalu di rapat bersama Komisi V DPR.
Adapun dengan penghematan anggaran Kementerian PU final di Rp 50,48 triliun, lanjut Dody, pihaknya dapat mengalokasikan anggaran ke 8.000 titik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) senilai Rp 1,8 triliun dan 1.025 titik untuk Cipta Karya senilai Rp 700 miliar. "Ini program padat karya tunai (PKT) sementara hasil sisiran kami dalam waktu singkat setelah mendapat surat dari Kementerian Keuangan,” ujar dia.

