Kementerian PU Klaim 6 Bendungan Ini Siap Diresmikan Prabowo di Februari 2025
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan sebanyak enam bendungan siap untuk diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Februari 2025. Pembangunan enam bendungan tersebut menghabiskan anggaran senilai Rp 8,84 triliun
Demikian disampaikan Wakil Menteri (Wamen) PU, Diana Kusumastuti saat dihubungi investortrust.id melalui pesan singkat, Senin (3/2/2025).
Baca Juga
“Menteri Pekerjaan Umum (Dody Hanggodo) telah mengajukan permohonan peresmian untuk beberapa proyek strategis Kementerian Pekerjaan Umum yang telah diselesaikan termasuk keenam bendungan yang mendukung Asta Cita swasembada pangan,” katanya.
Berikut sejumlah bendungan yang akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025:
- Bendungan Keureuto dengan kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik (m3) di Provinsi Aceh
- Bendungan Rukoh dengan kapasitas tampung 128,6 juta m3 di Provinsi Aceh
- Bendungan Jlantah dengan kapasitas tampung 10,97 juta m3 di Provinsi Jawa Tengah
- Bendungan Sidan dengan kapasitas tampung 5,76 juta m3 di Provinsi Bali
- Bendungan Meninting dengan kapasitas tampung 12 juta m3 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Bendungan Marangkayu dengan kapasitas tampung 12,3 juta m3 di Provinsi Kalimantan Timur
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri PU Dody Hanggodo, mengatakan bendungan sebagai salah satu infrastruktur sumber daya air memiliki peran penting dalam mewujudkan Asta Cita swasembada pangan nasional.
"Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung sasaran swasembada pangan dan oleh karena itu terus kita lanjutkan. Kita bisa melihat misalkan dari bendungan, bendung, lalu masuk ke irigasi primer, sekunder, dan tersier hingga langsung ke sawah-sawah,” kata Menteri Dody beberapa waktu lalu.
Menurut Dody, Bendungan Rukoh telah berdiri kokoh di Kabupaten Pidie dengan kapasitas tampung sebesar 128 juta m3.
''Bendungan ini akan mengairi area irigasi seluas 11.950 hektare dengan pola tanam padi-padi-palawija dan intensitas tanam 300%, serta mengurangi potensi banjir hingga 89,62% serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 140 MW,'' ujar dia.
Selain itu, lanjut Dody, bendungan ini menyediakan air baku sebesar 0,90 m3/detik.
"Pembangunannya dilaksanakan pada 2018-2024 dengan biaya APBN Rp 1,7 triliun," katanya.
Sementara itu, Bendungan Keureuto terletak di Kabupaten Aceh Utara memiliki kapasitas tampung 216 juta m3, serta dapat mengairi 9.455 hektare (ha) lahan irigasi, menyuplai air baku 0,5 m³/detik untuk lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, dan menghasilkan listrik 6,34 MW.
''Sekaligus mereduksi banjir hingga 30% di Kabupaten Aceh Utara meliputi Kecamatan Matang Kuli, Kecamatan Lhoksukon dan kecamatan Tanah Luas. Pembangunan dilaksanakan dalam kurun waktu 2016-2024 dengan biaya APBN Rp 2,73 triliun,'' imbuh Dody.
Selanjutnya, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah yang memiliki kapasitas tampung sebesar 10,97 juta m3.
''Bendungan ini memiliki manfaat untuk irigasi seluas 1.494 ha, reduksi banjir 87 ha, air baku 0,1 m³/detik dan potensi listrik 0,6 MW. Pembangunan bendungan ini dilaksanakan pada 2019-2024 dengan anggaran Rp 1,02 triliun,'' kata Dody.
Dody juga mengklaim, Bendungan Sidan di Bali berkapasitas tampung hingga 5,76 juta m3 juga siap diresmikan.
"Bendungan ini memiliki manfaat untuk air baku 1,75 m3/detik dan potensi listrik tenaga mikrohidro sebesar 0,65 MW. Bendungan ini dibangun pada 2018-2024 dengan anggaran Rp 1,8 triliun,'" jelasnya.
Selanjutnya, lanjut Dody, Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kapasitas tampung sebanyak 12,3 juta m3, manfaat untuk irigasi seluas 1.500 ha, air baku 0,45 m3/detik, serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 135 kWh.
"Bendungan ini dibangun pada 2023-2024 dengan anggaran Rp 191,26 miliar," kata dia.
Baca Juga
Dody menambahkan, bendungan keenam yang siap diresmikan, yakni Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB.
"Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung 12 juta m3. Bendungan ini memiliki manfaat irigasi 1.559 ha, air baku 0,15 m3/detik dan potensi listrik 0,8 MW. Bendungan ini dibangun pada 2019-2024 dengan anggaran Rp 1,4 triliun," katanya.

