Impor Energi dari AS, Bahlil Usahakan Harga LPG 3 Kg dan Pertalite Tidak Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia bakal mengimpor sejumlah komoditas dari Amerika Serikat (AS), meliputi minyak mentah (crude oil), bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG).
Dia menjelaskan, impor ketiga komoditas dari Amerika itu dalam rangka menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara. Sejauh ini, nominal impor energi yang disepakati sebesar US$ 15 miliar.
“Sepengetahuan saya, yang kami bahas angkanya di US$ 10 miliar sampai US$ 15 miliar. Komoditasnya LPG, crude, BBM,” kata Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Baca Juga
DEB Pertamina Sentuh 98 Desa dengan Kapasitas 536,74 kWp Energi Bersih
Impor energi dari Amerika ini menjadi salah satu bentuk negosiasi dalam rangka menurunkan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump yang semula 32% menjadi 19%.
Kendati demikian, Bahlil menekankan bahwa pemerintah telah membuat hitungan agar skenario impor energi dari Negeri Paman Sam ini tidak sampai mengganggu alokasi subsidi untuk barang-barang seperti LPG 3 kg hingga Pertalite.
“Semuanya kita akan hitung sesuai dengan harga keekonomian yang sama. Harus saling menguntungkan dan kita ingin negara kita juga harus mendapatkan harga yang seefisien mungkin,” tegas Bahlil.
Baca Juga
Tarif Impor Trump 19%, Mendag Bakal Cegah Ekspor Transhipment ke AS
Kesepakatan impor energi ini rencananya bakal dilakukan secara business-to-business (B2B), bukan government-to-government (G2G), sehingga PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha yang ditunjuk pemerintah bakal menjalin kemitraan dengan perusahaan Amerika.
“Dengan proses deal negosiasi ini, maka kami dari ESDM sudah harus melakukan langkah-langkah dalam rangka menindaklanjuti khususnya dengan Pertamina. Setelah itu baru saya akan menyampaikan laporan perkembangan terakhir,” ucap Bahlil.

