Pertamina NRE Beberkan Manfaat Perdagangan Karbon, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Tidak saja mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) pada 2060, perdagangan karbon memberikan manfaat bagi industri. Untuk itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi kepada industri maupun masyarakat terkait perdagangan karbon.
Hal ini disampaikan Corporate Secretary Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) Dicky Septriadi dalam acara bertajuk "Exploring Carbon Trading’s Future in Indonesia" di Jakarta.
“Saya percaya apabila ekosistem perdagangan karbon sudah terbentuk, akan signifikan berkontribusi menurunkan emisi karbon di Indonesia. Untuk membentuk ekosistem ini, diperlukan kolaborasi pemerintah, industri, maupun masyarakat secara umum. Pertamina NRE proaktif turut melakukan sosialisasi dan edukasi kepada industri maupun masyarakat tentang perdagangan karbon,” ujar Dicky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga
Resmi Diluncurkan, Perdagangan Karbon Internasional Jual 1,78 Juta Ton Emisi Karbon
Melalui enhanced nationally determined contribution (ENDC), Indonesia memiliki komitmen menurunkan emisi sebesar 31,89% dengan kemampuan sendiri atau 43,2% dengan bantuan internasional pada 2030. Di satu sisi, Indonesia berkomitmen meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai target ini. Namun di sisi lain, terdapat sektor-sektor yang sulit untuk dilakukan dekarbonisasi, sehingga diperlukan pendekatan lain. Salah satunya melalui perdagangan karbon.
Melalui perdagangan karbon, suatu perusahaan, organisasi, atau individu dapat mengurangi emisi karbon dari aktivitas yang dilakukannya dengan cara membeli kredit karbon dari perusahaan yang menjualnya. Perusahaan penjual menghasilkan kredit karbon dari inisiatif atau proyek hijau yang dikelolanya dan telah terverifikasi oleh suatu lembaga khusus.
Dengan demikian, perdagangan karbon membantu pemerintah mencapai target ENDC maupun NZE 2060. Bagi industri yang memiliki target penurunan emisi, perdagangan karbon akan membantu untuk melakukan dekarbonisasi terhadap kegiatan bisnisnya. Bagi perusahaan penjual kredit karbon, akan menambah sumber pendapatan.
Baca Juga
BEI : Perdagangan Karbon Luar Negeri Perdana pada 20 Januari 2025
Dicky mengatakan bahwa Pertamina NRE menjadi perusahaan pelopor penyedia kredit karbon di bursa karbon Indonesia yang diresmikan pada September 2023. Sejak diresmikannya bursa karbon, Pertamina NRE berhasil menjual sebanyak 864.000 ton setara C02 atau setara dengan menanam 34,5 juta batang pohon. Kredit karbon ini dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) area Lahendong unit 5 dan 6 yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha Pertamina NRE.
Pertamina NRE memiliki berbagai portofolio bisnis hijau yang berpotensi menjadi sumber kredit karbon untuk diperdagangkan. Selain itu, tambah Dicky, Pertamina NRE aktif mengedukasi masyarakat dan industri mengenai keberlanjutan lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui penyelenggaraan acara kegiatan rendah emisi karbon atau carbon neutral event sebagai bentuk kampanye kesadaran lingkungan. Dengan inisiatif yang menyentuh keseharian masyarakat ini, Pertamina NRE mengajak masyarakat memiliki udara lebih bersih dan kehidupan ramah lingkungan.

