Anggaran PU Tersisa di Rp 50,48 Triliun, Pakar Sarankan Danantara Suntik Proyek Infrastruktur
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat Infrastruktur dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyoroti pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) 2025 hanya tersisa Rp 50,48 triliun atau turun sekitar 66,29% dari pagu anggaran 2024 sebesar Rp 149,74 triliun.
Menurutnya, Kementerian PU perlu berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau (BPI Danantara) untuk menyuntik proyek infrastruktur di era Kepresidenan Prabowo Subianto. Diketahui, dana investasi yang dikelola Danantara mencapai US$ 900 miliar atau Rp 14.589 triliun (asumsi kurs Rp 16.210/USD).
“(Kementerian) PU harus bisa mem-backup, memberikan terobosan-terobosan agar skema investasi baru yang bukan dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), itu bisa hasilnya optimal. Karena selama ini pendekatan-pendekatan pembangunan dengan basis APBN itu hanya sekadar membangun, tetapi tidak menggerakkan ekonomi,” jelas Yayat saat dihubungi investortrust.id, Senin (17/2/2025).
Baca Juga
Prabowo Subianto Kembali Sampaikan Akan Luncurkan Danantara pada 24 Februari 2025
Dia menyarankan, kolaborasi antara BPI Danantara-Kementerian PU dapat menambal pembiayaan proyek-proyek infrastruktur ke depannya mengingat instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memfokuskan pada skema business-to-business (B2B) maupun kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
“Sekarang, bagaimana (Kementerian) PU juga bisa memberikan usulan kepada Danantara tentang terbosan-terbosan baru atau investasi apa yang perlu diyakinkan dan dikembangkan dengan fasilitasi anggaran Danantara. Jadi, (Kementerian) PU itu bertanggung jawab untuk melanjutkan (proyek) yang terbengkalai dengan skema pembiayaan non-APBN,” tutur Yayat.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah terus mempersiapkan peluncuran BPI Danantara. Prabowo mengungkapkan peluncuran Danantara akan digelar pada 24 Februari 2025. Hal itu diungkapkan Prabowo saat menyampaikan pidato di World Government Summit melalui konferensi video, Kamis (13/2/2025) lalu. “Danantara yang akan diluncurkan pada 24 Februari bulan ini,” kata Prabowo.
Baca Juga
Kepala Negara mengatakan, badan pengelola investasi baru ini akan mengelola dana investasi lebih dari US$ 900 miliar. “Menurut evaluasi awal kami akan mengelola lebih US$ 900 miliar aset dalam pengelolaan (asset under management/AUM),” ujar Prabowo.
Dana kelolaan sebesar itu akan diinvestasikan di berbagai proyek yang berdampak besar, di antaranya, hilirisasi, energi terbarukan, manufaktur, dan lainnya. Kepala Negara mengungkapkan, initial funding atau pendanaan awal Danantara diproyeksi mencapai US$ 20 miliar. Dana itu akan membiayai sekitar 20 proyek strategis.
“Pendanaan awal di tahun ini akan mencapai US$ 20 miliar. Saya rasa ini akan menjadi langkah yang transformatif. Kami berencana untuk memulai sekitar 15 hingga 20 proyek bernilai miliaran dolar, yang akan menciptakan nilai tambah signifikan bagi negara kami,” ujarnya.
Prabowo mengatakan berbagai proyek tersebut diharapkan akan berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%.

