Pilih Flagship, Sharp Berdarah-darah Hadapi Persaingan Smartphone Entry Level
JAKARTA, investortrust.id - PT Sharp Electronics Indonesia memilih menjual produk ponsel pintar (smartphone) flagship yang menyasar masyarakat menengah atas dibandingkan ponsel entry level yang dibandrol dengan harga jauh lebih murah.
National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo menyebutkan, pihaknya sempat mengalami persaingan pasar yang sangat berat dengan merek-merek smartphone lain di kelas entry level. Ia menilai pasar tersebut sulit ditembus oleh Sharp.
Baca Juga
Luncurkan Mesin Cuci Front Loading Terbaru, Sharp Klaim Keunggulan Berikut Ini
“Jadi waktu itu ada pilihannya, kita mau gedein bisnis smartphone enggak sih? Makanya waktu itu kita bermain di entry level. Namun, ternyata entry level ini pasarnya perang bintang, gila begitu kan. Banting-bantingan harga, akhirnya kita bleeding,” ucap Andri saat berbincang dengan Investortrust.id, di Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Sebagai pemain besar di industri elektronik, Andri mengungkapkan, jumlah smartphone entry level yang dijual beberapa tahun lalu tidak sesuai harapan atau hanya berkisar 1.000 hingga 2.000 unit per bulan.
“Bleeding maksudnya kita harus lebih banyak investasi daripada mendapatkan value-nya. Akhirnya pilihan kita adalah bermain di flagship saja. Kita coba enggak main dahulu di bawahnya,” ungkap Andri.
Baca Juga
Di Tengah Penurunan Daya Beli dan Deflasi, Sharp justru Sukses Dongkrak Penjualan 7%, Kok Bisa?
Untuk itu, Sharp kini resmi meluncurkan smartphone Aquos R9 Pro yang hadir dengan balutan warna hitam dan dibandrol Rp 17,999 juta. Sementara Aquos Sense9 dapat dimiliki dengan harga Rp 6,199 juta dengan pilihan warna trendi, seperti hitam, biru, hijau, dan putih.
“Walaupun mungkin kuantitasnya enggak besar, tetapi at least kita kontinuitas dan sustainable berkelanjutan. Jadi improve terus, ada terus, inovasi terus, tetapi bermainnya hanya di flagship dan di mid. Once nanti ini sudah matang, sudah punya brand, kita baru garap yang di bawah. Jadi kita enggak mulai dari bawah lagi, kita mulai dari atas, tengah. Kalau ini sudah besar, kita bermain di bawah,” paparnya.

