Di Tengah Penurunan Daya Beli dan Deflasi, Sharp justru Sukses Dongkrak Penjualan 7%, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - PT Sharp Electronics Indonesia mencatatkan peningkatan penjualan produk pada periode April hingga September 2024 sebesar 7%. Pertumbuhan tersebut terjadi saat daya beli masyarakat turun dan deflasi melanda Indonesia dalam lima bulan beruntun.
National Sales Senior GM Sharp Electronics Indonesia Andri Adi Utomo menyebutkan, secara keseluruhan bisnis elektronik mengalami penurunan. Namun, Sharp bisa mempertahankan pertumbuhan berkat sejumlah inovasi dalam penjualan produk.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan Temu Tak Boleh Masuk Indonesia, Termasuk Lewat Akuisisi e-Commerce Lokal
"Jadinya penjualan segmen elektroni mengalami penurunan, tapi kita bisa naikkan penjualan, maksudnya market rate kita naik sebanyak 7%," ucap Andri saat ditemui usai peluncuran Produk Mesin Cuci Sharp di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Andri menjelaskan, produk Sharp yang menyumbang peningkatan penjualan paling tinggi berasal dari air conditioner atau AC, yaitu sebesar 20%. Sementara itu, produk andalan Sharp lainnya, yakni lemari es alias kulkas mengalami peningkatan sekitar 1-2%.
"Sekarang mungkin penjualan AC telah berkontribusi sebanyak 30% terhadap total pejualan perseroan. Penjualan ini diuntungkan karena punya pabrik, dibandingkan merek lainnya yang terhambat PI (Persetujuan Impor)," terangnya.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan Temu Tak Boleh Masuk Indonesia, Termasuk Lewat Akuisisi e-Commerce Lokal
Meskipun AC mengalami peningkatan cukup tinggi, Andri menyebutkan, produk tersebut belum bisa mengalahkan penjualan lemari es Sharp yang menyumbang angka terhadap total penjualan mencapai 35%.
Selain lemari es dan AC, produk Sharp yang memiliki penjualan tinggi atau paling adalah mesin cuci, LED Tv, hingga perlengkapan atau peralatan rumah (small home appliances). "Lemari es mennyumbang sebanyak 35% terhadap total penjualan produk perseroan. Kalau (AC) bisa dibilang besar, tapi masih di bawah penjualan lemari es," ungkap Andri.

