Petinggi Kadin Ungkap Harapan soal Penerapan DHE 100%
JAKARTA, investortrust.id - Petinggi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memiliki harapan tersendiri perihal penerapan devisa hasil ekspor (DHE) 100% selama setahun. Para eksportir berharap dana yang mengendap bisa dioptimalisasikan untuk diinvestasikan.
Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Sumber Daya Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa, secara umum pihaknya mendukung langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk Bank Indonesia (BI) dalam rangka menstimulus pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kita baru mendengar (penerapan DHE 100%) saat ini, nanti akan ada sebuah peraturan atau keputusan BI," kata Erwin ditemui usai menghadiri breakfast meeting bersama Gubernur Perry Warjiyo di kantor BI, Thamrin, Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Pengusaha yang juga politikus Partai Golkar itu mengungkap, Kadin dan khususnya para eksportir memiliki harapan agar dana yang mengendap nantinya melalui penerapan DHE 100% bakal dioptimalisasikan untuk diinvestasikan serta menghasilkan.
"Dan tentunya tadi BI memberikan beberapa penjelasan yang tentunya akan menjadi konsep peraturan BI (soal penerapan DHE 100%)," tandasnya.
Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penerapan devisa hasil ekspor (DHE) sebanyak 100% selama setahun akan diganjar dengan insentif menarik.
Salah satunya adalah keringanan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 0% atas pendapatan bunga pada instrumen penempatan DHE.
"Kalau reguler biasanya kena pajak 20%, tapi DHE tidak dikenai atau 0%” kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Selain itu, kata Airlangga, eksportir dapat memanfaatkan instrumen penempatan DHE sebagai agunan back to back kredit rupiah dari bank maupun Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk kebutuhan rupiah di dalam negeri.
Selain itu, eksportir dapat mempergunakan DHE yang disimpan di dalam negeri sebagai underlying transaksi swap antara nasabah dan perbankan untuk kebutuhan rupiah dalam memenuhi kegiatan usahanya.

