Progres Fisik Capai 50%, Tol Semarang-Demak Rampung Pertengahan 2027
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengebut penyelesaian proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B sepanjang 6,67 km dengan progres fisik mencapai 50% dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2027.
“Dari total panjang jalan tol 27,25 km, perseroan tengah mengerjakan seksi 1B sepanjang 6,67 km dengan progres 50% dan ditargetkan selesai pada pertengahan 2027,” kata Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/2/2025).
Agung menambahkan, Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B akan menjadi tol yang terintegrasi dengan tanggul laut guna melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa dari ancaman banjir rob, serta meningkatkan konektivitas Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga
Menteri PU Bidik Tol Semarang - Demak Rampung Kuartal II 2027
“Proyek ini tidak hanya akan menjadi jalan tol laut pertama yang terintegrasi dengan tanggul laut (sea embankment) di Indonesia, tetapi juga mengedepankan inovasi serta penggunaan material ramah lingkungan,” tuturnya.
Dikatakan Agung, WIKA mengimplementasikan teknologi matras & cerucuk bambu sebagai material konstruksi utama dalam membangun badan jalan di atas laut yang berfungsi sebagai tanggul penahan abrasi.
Selain itu, lanjutnya, teknologi tersebut juga mampu mendistribusikan beban timbunan secara merata guna mengurangi perbedaan penurunan tanah akibat variasi kekakuan tanah, serta memberikan daya apung tambahan dan meningkatkan daya dukung lekat (friction).
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menargetkan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak senilai Rp 16,8 triliun bakal rampung pada kuartal II-2027, tepatnya April 2027. Progres pekerjaan Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayung telah mencapai tahap soil improvement.
Baca Juga
Diskon Tarif Tol Semarang-Jakarta Sebesar 10% Hingga Besok Pagi, Cek!
Diketahui, Seksi 1 Kaligawe-Sayung menjadi porsi pemerintah yang terbagi menjadi 3 paket, yakni paket 1A dengan penyedia Jasa Hutama Karya (HK) dan Beijing Urban Construction Group (BUCG) dengan progres fisik 46,2%, paket 1B adalah PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC) dengan progres 27,6%, serta paket 1C adalah Adhi Karya dan Sinohydro dengan progres 20,4%.
Adapun, ruang lingkup pekerjaan Tol Semarang-Demak Seksi 1, meliputi peninggian Jembatan Kaligawe, elevated freeway, dan pile slab untuk 1A, pekerjaan tanggul laut dan jalan utama, on/off ramp, Jembatan Kali Babon dan Sayung serta rest area dan gerbang tol untuk 1B. Kemudian, pembangunan kolam retensi Terboyo kurang lebih seluas 189 hektera (ha) dan Sriwulan 28 ha, rumah pompa Terboyo dan Sriwulan untuk 1C.
Senada dengan itu, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menegaskan, seluruh pekerja konstruksi harus memperhatikan aspek kualitas konstruksi, aspek waktu, dan aspek estetika. Pasalnya, Tol Semarang-Demak ruas Kaligawe-Sayung bakal terintegrasi dengan tanggul laut dengan polder yang diharapkan menjadi solusi banjir rob di Pantura, khususnya kawasan Kaligawe-Sayung.
“Tolong ya tetap perhatikan beautifikasi, tidak hanya jalan tolnya tetapi juga rest area. Desain rest area mesti ada landmark dengan pemandangan laut biar sebagai ikon,” kata Diana.

