Progres Fisik Capai 76%, Stasiun Jatake Lin Rangkasbitung Bakal Rampung Juli 2025
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan progres fisik proyek Stasiun Jatake mencapai 75,9% atau 76% dan ditargetkan rampung Juli 2025 mendatang.
Vice President Relations KAI, Anne Purba menyampaikan, Stasiun Jatake bukan sekadar penambahan titik layanan di lintas (lin) Tanah Abang - Rangkasbitung, melainkan juga sebagai konsep pelayanan transportasi berbasis integrasi kawasan.
''Stasiun Jatake menjadi stasiun pertama hasil kolaborasi KAI dan swasta dengan konsep seamless connection ke area pusat perbelanjaan,'' kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis (17/4/2025).
Sekadar informasi, Stasiun Jatake akan langsung terhubung dengan pusat perbelanjaan agar mempermudah akses ke berbagai fasilitas publik dan komersial bagi pengguna Commuter Line sekaligus mendukung pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD).
''Dari sisi KAI, keberadaan Stasiun Jatake memperluas jangkauan layanan dan memperkuat posisi perusahaan dalam memberikan transportasi yang adaptif terhadap dinamika urban modern,'' jelas Anne.
Ia menambahkan, pembangunan stasiun ini menggunakan skema creative financing, tanpa pemakaian APBN sama sekali.
Dikatakan Anne, manfaat dari kehadiran Stasiun Jatake tidak hanya dirasakan oleh KAI sebagai operator, namun juga oleh masyarakat luas.
''Kemudahan akses menjadi salah satu nilai lebih dari proyek ini dengan seamless connection ke mal, ketersediaan moda lanjutan yang terintegrasi, serta lokasi yang strategis di kawasan BSD, Stasiun Jatake kami rancang sebagai simpul transportasi urban yang efisien, nyaman, dan dapat diakses dengan mudah,'' ungkapnya.
Dalam pembangunannya, lanjut Anne, Stasiun Jatake telah mendapatkan izin konsesi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ''Ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang tangguh dan berkelanjutan,'' tuturnya.
Dari sisi demand, tambah Anne, keberadaan Stasiun Jatake menjawab kebutuhan nyata akan perluasan kapasitas layanan di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung. Dia juga mengklaim, volume pengguna Commuter Line di jalur ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun.
''Pada tahun 2022, volume penumpang mencapai 48.338.858 orang, naik signifikan menjadi 64.899.516 orang pada 2023. Tren ini berlanjut pada 2024, di mana total volume mencapai 73.296.200 pengguna, mencerminkan lonjakan sebesar hampir 52% dalam kurun waktu dua tahun,'' papar Anne.
Sedangkan dalam periode Januari - Maret 2025, kata Anne, lintas Tanah Abang–Rangkasbitung telah melayani 19.089.018 pelanggan.
Adapun rincian tren pengguna Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung pada 2025 yaitu 6.297.941 orang pada Januari, 6.328.982 pada Februari, dan 6.462.095 pengguna pada Maret.
"Stasiun Jatake diharapkan dapat menyerap lonjakan volume ini sekaligus mendorong redistribusi penumpang secara lebih merata," imbuh Anne.
Dia juga menegaskan, strategi ekspansi layanan seperti ini akan menjadi pola pembangunan berkelanjutan KAI dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan mobilitas perkotaan di masa depan.
Lebih jauh, tambah Anne, kehadiran stasiun baru ini juga akan menstimulasi pertumbuhan kawasan di sekitarnya. Potensi bangkitan kawasan akibat aksesibilitas yang meningkat dapat memicu geliat ekonomi lokal dan meningkatkan nilai tambah bagi properti dan bisnis di sekitar stasiun.
''Stasiun Jatake bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga representasi dari kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan KAI terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat urban yang terus berkembang,'' pungkas Anne.

