Greenhouse Sentra Seledri Capai Rp 50-60 Juta Sekali Panen
BANTEN, Investortrust.id - Keuntungan Greenhouse Sentra Seledri Dompet Dhuafa di Desa Sukaraja, Kecamatan Cikeusal, Serang, Banten bisa mencapai Rp 50-60 juta dalam sekali panen.
"Seandainya waktu itu Rp 17.000 (per kilo) kita lepas, ini bakal menghasilkan profit sekitar Rp 50-60 juta," kata penanggung jawab greenhouse Agus Salim dalam acara panen perdana greenhouse seledri, di Serang, Banten, Senin (10/2/2025).
Agus memerinci, harga pokok penjualan (HPP) sekitar Rp 25 juta. Kemudian pengeluaran operasional (operational expenditure/opex) beserta penyusutannya juga sebesar Rp 25 juta. "Kurang lebih seperti itu, jadi dua kali lipat dari opex ya, Kalau capex-nya kan penyusutan saja dia plastik ini 2 tahun umurnya, kalau paralon ini 10 tahun umurnya, jadi penyusutan plus dua kali lipat dari HPP," kata dia.
Baca Juga
Dia mengatakan, seledri merupakan tanaman yang masih memberikan keuntungan di pasar. Berbeda dengan pakcoy dan selada yang hanya menyasar end user. "Jadi akhirnya setelah kita analisis 4-5 bulan, kita cari komoditas yang bisa masuk ke pasar tradisional, untuk saat ini komoditas sayuran yang bisa ditanam di hidroponik dan untung ketika dijual ke pasar tradisional ya seledri ini," ucapnya.
Selain itu, permintaan terhadap seledri di Banten cukup tinggi. Hal tersebut lantaran seledri tidak tergolong sayuran tersier, melainkan primer. "Dia bukan lalap, tetapi kebutuhan primer, pedagang bakso, soto, bubur ayam. Jadi mau enggak mau tiap hari harus ada," katanya.
Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Banten Mokhlas Pidono mengatakan, kebutuhan seledri di Kabupaten Serang sebanyak 1 ton per hari. Sedangkan greenhouse seluas 2.000 meter persegi ini bisa menyuplai 150 sampai 200 kilogram per hari. "Artinya masih sangat terbuka lebar," ucapnya.
Baca Juga
Greenhouse sentra seledri merupakan program pemberdayaan yang diinisiasi Dompet Dhuafa. Mokhlas memastikan hasil panen seluruhnya akan kembali kepada penerima manfaat. Untuk sementara, total penerima manfaat sebanyak 4 orang. Nantinya mereka akan mengembangkan greenhouse masing-masing.
"Empat orang ini satu per satu akan kami keluarkan dari sini. Jadi empat orang ini cuma kami beri kesempatan 1 tahun. Setahun kemudian kami keluarkan dari greenhouse ini, kami inkubasi bangunkan di rumahnya greenhouse yang sama. Artinya setahun itu adalah kesempatan mereka belajar bagaimana mengelola greenhouse ini," ucapnya. (C-14)

