Jelang Nataru, Impor Sayuran Melonjak 92,01%
JAKARTA, Investortrust.id - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), impor sayuran melonjak 92,01% atau yang terbesar pada November 2023, dibanding bulan sebelumnya. Berikutnya bijih logam, terak, dan abu melambung 87,27%, pupuk 76,58%, ampas dan sisa industri makanan 31,98%, serta gula dan kembang gula 26,61% month on month (mom).
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai impor Indonesia pada November 2023 sebesar USD 19,59 miliar. Nilai ini meningkat 4,89% dibanding bulan sebelumnya karena didorong kenaikan impor nonmigas sebesar 4,08% dan migas sebesar 8,79% mom. Peningkatan impor periode November 2023 terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang, dengan kenaikan impor tertinggi terjadi pada golongan barang konsumsi sebesar 10,54%, diikuti barang modal 6,97% dan bahan/baku penolong sebesar 3,60% mom.
Baca Juga
Impor Indonesia Capai US$ 19,59 Miliar di November, Naik 4,89% Secara Bulanan
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menjelaskan, karena untuk persiapan Nataru, impor barang konsumsi meningkat di November lalu. "Peningkatan impor bahan baku dan barang modal juga terjadi karena produsen akan mempercepat produksi untuk Desember 2023," kata Mendag Zulkifli dalam keterangan di Jakarta, Selasa (18/11/2023).
PMI Menguat
Peningkatan impor pada November 2023 tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas manufaktur Indonesia. "Ini terlihat dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang tercatat sebesar 51,7 pada November. PMI tersebut naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 51,1," ucap Mendag.
Sementara itu, sejumlah produk tercatat menurun impornya pada November 2023. Produk dengan kontraksi impor terdalam antara lain logam mulia dan perhiasan/permata yang turun 54,11%, kapas 17,17%, bahan bakar mineral 12,67%, bahan kimia anorganik 12,63%, serta filamen buatan 6,31% mom.

