Kemenperin Upayakan Gas Murah di Seluruh Kawasan Industri
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah mengupayakan ketersediaan gas dengan harga lebih kompetitif atau gas murah bagi seluruh sektor, khususnya di kawasan industri guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dengan meningkatnya investasi dan daya saing industri, optimalisasi kawasan industri menjadi strategi utama dalam mempercepat pertumbuhan manufaktur dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko S A Cahyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga
Tumbuh 4,75%, Industri Manufaktur Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi RI
Dia menyebutkan, terdapat beberapa tantangan besar dalam pengembangan kawasan industri, di antaranya ketersediaan infrastruktur, energi, dan sistem tata kelola yang efisien. "Pemerintah akan terus mendukung pembangunan infrastruktur, kebijakan adaptif, serta percepatan perizinan di kawasan industri," ujar dia.
Eko juga mengatakan, pemerintah optimistis terhadap prospek pertumbuhan industri manufaktur ke depan, mengingat tren positif yang terlihat dari peningkatan kepercayaan industri dan ekspansi manufaktur di dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian pada pemerataan industri, khususnya penyebaran ke luar Pulau Jawa. Pembangunan kawasan industri di daerah berbasis sumber daya alam, seperti agro dan pertambangan, menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan nilai tambah produk dalam negeri. “Dengan hilirisasi, diharapkan Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi menghasilkan produk olahan di pasar global,” tambah Eko.
Adapun, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar dalam kesempatan yang sama menyampaikan, daya saing kawasan industri Indonesia perlu terus ditingkatkan agar tidak kalah bersaing dengan negara lain.
Baca Juga
"Banyak negara saat ini menawarkan berbagai insentif menarik bagi investor. Indonesia harus terus berinovasi dalam kebijakan agar kawasan industri kita tetap menjadi pilihan utama bagi investor," terang Sanny.
Sanny pun mengungkapkan, kawasan industri bukan sekadar pusat produksi, tetapi juga motor penggerak investasi, pencipta lapangan kerja, serta pendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Bahkan, pada 2024, investasi yang masuk berhasil menyerap 2,45 juta tenaga kerja, meningkat 34,7% secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa industri manufaktur memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat”, imbuh Sanny.

